Ular Ekor Merah Ditemukan di Sepeda Motor
METROJATENG,COM WONOGIRI – Warga yang sedang berada di depan RSU Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri, Kamis (7/3/2024) sore mendadak panik lantaran ada seekor ular hijau ekor merah melingkar di salah satu kendaraan bermotor yang diparkir di depan toko.
Atas temuan itu, warga berinisiatif menghubungi petugas jaga Damkar Wonogiri untuk mengevakuasi ular trersebut.
‘’Betul, kami mendapat telepon dari warga yang memberitahu kakauy di depan toko yang berada di seberang RSU SMS Wonogiri ada ular hijau. Kami langsung menugaskan Regu I Damkar dibawah pimpinan Danru Suparno untuk mengevakuasi ular itu,’’ kata Joko Santoso, Kabid Damkar pada Satpol PP dan Damkar Wonogiri.
Sesampai di lokasi, petugas dari Damkar menemukan seekior ular hijau ekor merah berada di sepeda motor milik Siwi, warga Dusun Jatirejo RT. 1/X, Desa Genukharjo, Kecamatan Wuryantoro.
‘’Siwi sangat terkejut ketika akan menaruh barang di jok sepeda motor maticnya. Karena didalamnya melingkar seekor ular hijau ekor merah. Spontan Siwi minta pertolongan namun tidak ada yang berani,’’ jelas Joko
Dengan tehnik yang telah dikuasai petugas Damkar, ular yang tidak diketahui darimana asalnya tersebut berhasil diamankan.
Berdasar penelusuran di wikipedia, ular hijau ekor merah juga disebut ular bangkai laut biasa juga dikenal dengan sebutan viper hijau. Sejenis ular berbisa yang berbahaya. Memiliki nama ilmiah Trimeresurus albolabris, ular ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti oray bungka, oray majapait (Sd.), ula bangka-laut atau ula gadung luwuk (Jw.), ulah sanggit (Lombok), Sawa tarihu atau juga Cindalu (Bima Dompu), dan lain-lain.
Dalam bahasa Inggris disebut dengan nama white-lipped tree viper, white-lipped pit-viper, merujuk pada bibirnya yang berwarna keputih-putihan, atau bamboo pit-viper karena kebiasaannya berada di rumpun bambu.
Ular ini juga dinamai ular hijau karena warna tubuhnya. Namun penamaan ini bisa menyesatkan, karena cukup banyak jenis-jenis ular pohon yang berwarna hijau, seperti halnya ular pucuk (Ahaetulla spp.) dan ular bajing (Gonyosoma oxycephalum) yang tidak berbahaya.
Comments are closed.