Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Hikmah dibalik Puasa Ramadhan

Oleh : Shulhan Habib - Mahasiswa Magister prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Pascasarjana UIN Walisongo Semarang

0

Marhaban ya Ramadhan, kalimat tersebut tentu sudah tidak asing lagi ditelinga.  Kalimat yang menjadi trend di media sosial seperti Instagram, Twitter maupun Whatsapp saat bulan Ramadhan tiba. Kalimat tersebut menjadi penanda akan gembiranya umat Islam menyambut Ramadhan. Berdasarkan penjelasan Quraisy Shihab, kata marhaban berasal dari kata rahb yang berarti luas atau lapang. Sehingga dapat diartikan bahwa kata marhaban adalah ucapan menyambut tamu yang datang dengan lapang dada dan penuh kegembiraan.

Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa dan mulia. Karena saking istimewanya bulan Ramadhan, menjadikan puasa asyuro yang awalnya wajib menjadi sunah sebagaimana penjelasan dalam kitab Shohih Bukhori.  Pada bulan ramadhan umat islam diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah 183;

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah 183)

Kewajiban akan puasa ramadhan juga dibuktikan dengan sabda Rasulullah tentang Islam yang dibangun dengan lima pondasi, yaitu; dua kalimat syahadat, sholat, zakat, puasa ramadhan serta haji. Puasa ramadhan menjadi salah satu pondasi akan keislaman seseorang. Jika salah satunya tidak dilengkapi goyanglah keislaman seseorang.

Selain itu puasa Ramadhan memiliki banyak hikmah bagi yang menjalankannya. Dalam kitab Maqashidus Shaum, Imam Izzuddin Abdul Aziz menjelaskan bahwa Ramadhan mengajarkan agar saling mengasihi dan saling berbagi satu sama lain. Di saat orang teringat kelaparan saat berpuasa, ia akan tersentuh untuk membantu orang-orang kelaparan yang tidak ada makanan sama sekali. Sebagaimana Nabi Sulaiman dan Nabi Yusuf yang mendahulukan makan orang disekitarnya sebelum dirinya sendiri.  Saat ditanya mengenai hal tersebut, beliau menjawab “aku takut jika kenyang sehingga aku lupa akan derita orang yang kelaparan”.

Puasa Ramadhan juga mengajarkan akan rasa bersyukur. Disaat seseorang berpuasa ia akan merasakan betapa besarnya nikmat Allah yang berupa rasa kenyang dan segar dari kehausan. Sehingga saat orang berpuasa tidak merasakan kenyang dan segar, ia akan bersyukur saat merasakan kenyang dan segar pada waktu berbuka. Puasa Ramadhan menjadikan seorang hamba menjadi tinggi derajatnya disisi tuhannya dan pada bulan Ramadhan juga segala amal kebaikan dilipat gandakan ganjarannya.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.