Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

BTPN Gelar Pelatihan Digital Bagi UMKM Jateng

Wujudkan Perubahan Masyarakat Indonesia Melalui Transformasi Teknologi dan program " Daya"

0 241

METROJATENG.COM, SEMARANG  – Sektor Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) memiliki peranan penting  dalam perekonomian nasional, karena membuka banyak lapangan pekerjaan bagi madyarskatm Hal ini menginspirasi PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) untuk terus memperkuat sektor UMKM di Indonesia, terlebih kini UMKM dituntut untuk bisa melakukan bisnis secara digital guna menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru para konsumennya.

Communications & Daya Head Bank BTPN Andrie Darusman menjelaskan, sesuai dengan visi dalam menjalankan bisnisnya, Bank BTPN terus berupaya untuk membawa perubahan berarti bagi setiap orang, salah satunya pelaku UMKM yang menjadi pilar perekonomian masyarakat di tingkat mikro, kecil dan menengah. 

“Komitmen ini kami wujudkan melalui program Daya untuk memberdayakan dan meningkatkan kapasitas nasabah serta masyarakat pada umumnya secara berkelanjutan dengan memberikan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti,” jelas Andrie saat berbicara di acara seminar bisnis untuk nasabah Bank BTPN di Semarang, Jawa Tengah,yang diikuti 100 lebih peserta Rabu (27/8i).

Seminar yang mengangkat tema “Peran Serta Pemerintah dan Pihak Swasta dalam Mendorong Transformasi Bisnis Pelaku UMKM di Kota Semarang” juga dihadiri oleh Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan praktisi bisnis dari komunitas Tangan Di Atas Eko Novianto sebagai pembicara.

Seminar ini bertujuan untuk berbagi ilmu kepada nasabah UMKM Bank BTPN melalui program Daya, sebuah program peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya nasabah Bank BTPN.

“Dalam program pemberdayaan di Semarang, kami berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Semarang dan komunitas Tangan Di Atas dengan menyelenggarakan workshop digital marketing untuk para penggiat UMKM di Jawa Tengah, khususnya di Semarang. Pelatihan ini sekaligus membantu pelaku UMKM dalam pemanfaatan teknologi digital untuk menjalankan bisnis, termasuk memasarkan produknya untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Hal ini bisa menjadi solusi untuk mengembangkan bisnis dan kapasitas usahanya,” ungkap Andrie.

Visi Bank BTPN juga selaras dengan visi pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM. Visi Bank BTPN adalah ingin memberikan perubahan berarti kepada jutaan masyarakat Indonesia dengan dukungan teknologi, Dari visi itulah kemudian dimanifestasi dalam banyak hal,  salah satunya adalah “Daya”.

“melalui Program Daya , kami ingin memberikan perubahan yang berarti kepada jutaan masyarakat Indonesia diantaranya untuk “melek digital.untuk itulah Kami memberikan pelatihan digital kepada para UMKM untuk lebih maju dan memiliki daya saing tinggi,” jelas Andrie. 

Bank BTPN memiliki komitmen besar untuk mewujudkan pengelolaan keuangan berkelanjutan dan peningkatan kapasitas masyarakat, mulai dari korporasi hingga masyarakat mikro. Sebagai wujud komitmen tersebut, program Daya dirancang untuk memberikan pelatihan dan edukasi kepada pelaku UMKM melalui kurikulum tertentu di seluruh Indonesia, termasuk di Semarang, berdasarkan pada empat pilar, yaitu ‘Pengembangan Kapasitas Diri’, ‘Literasi Keuangan’, ‘Peningkatan Kapasitas Usaha’, dan ‘Kehidupan yang Berkelanjutan’.

Beberapa pelaku UMKM yang mendapat manfaat dari program Daya Bank BTPN adalah Siti Rochanah dan Sudarko. Siti Rochanah merupakan pengusaha kuliner yang memulai usahanya dari olahan terigu dan pada 2010, Siti mulai melakukan pengembangan produksi dengan olahan berbahan baku ikan dengan merk Iwak Nyuzz. Bagi Siti, Ia mendapat kesempatan akan akses pengetahuan bisnis yang membawa perubahan bagi usaha maupun hidupnya melalui program Daya.

“Program Daya dari Bank BTPN membantu saya untuk bisa menjangkau pasar yang lebih luas hingga luar pulau Jawa, saya juga diberi wawasan untuk menjalankan bisnis dengan efisien yang seperti mengganti kemasan produk yang sebelumnya hanya menggunakan plastik kini menggunakan paperfoil, sehingga produksi pun jadi meningkat yang sebelumnya 100 pak per hari, kini 5.000 per hari. Bahkan omzet saya pun mengalamai kenaikan sebesar 500% lebih dari awal menjalankan bisnisnya,” ujar Siti dalam kesempatan berbeda.

Sudarko, pengusaha biro perjalanan dan jasa spa dengan merek usaha Mitra Aiko Utama, juga menyampaikan hal serupa. Ia berkata banyak sekali masukan bisnis yang ia dapatkan dari pelatihan Daya, seperti pengaturan efisiensi jam usaha ketika masa pandemi, yang mengakibatkan banyak orang beraktivitas di dalam rumah, serta penentuan target konsumen, yaitu pegawai kantoran yang bekerja dari rumah akibat pandemi.

“Dengan hanya mengubah jam operasional menjadi lebih singkat ketika pandemi, saya berhasil menghemat biaya operasional seperti air, listrik, bahkan jam lembur karyawan, dan penghasilan saya pun meningkat meningkat 10-30% per bulannya karena penghematan tersebut,” jelas Sudarko yang telah menjalankan usahanya lebih dari 10 tahun bersama sang istri.

Program Daya juga dapat diakses melalui platform digital, yaitu www.Daya.id. dan telah mendapatkan berbagai apresiasi dan penghargaan, salah satunya penghargaan dalam bidang inovasi keberlanjutan pada ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia. Per Juni 2022, program Daya telah diikuti oleh 1,3 juta partisipan dengan 2.844 aktivitas yang berhasil diselenggarakan. 

“Dengan melihat banyaknya manfaat yang benar-benar dirasakan oleh nasabah kami dan masyarakat Indonesia secara luas, hal ini menjadi pemantik semangat bagi kami di Bank BTPN untuk benar-benar menggunakan kapasitas yang kami miliki di sektor perbankan dalam mewujudkan berbagai program pemberdayaan, semata-mata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutup Andri.

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, yag hadir dalam acara tersebut mendukung program pelatihan UMKM yang digelar BTPN. Kota Semarang memiliki banyak UMKM yang bekerja di berbagai bidang.

“Kami berharap UMKM Semarang cepat go digital. Untuk itu Pemerintahan kota Semarang siap membantu, Untuk mendapatkan perizinan dan sertifikat Halal. Ini penting agar produk UMKM. kita bisa diekspor,” tutur Bu uta panggilan akrab Wakil Walikota Semarang. (tya)

Leave A Reply

Your email address will not be published.