Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

BI Gelar Public Lecture G20

Bangkit, Tumbuh, dan Pulih Pasca Pandemi

0 214

 

METROJATENG.COM, SEMARANG Indonesia secara resmi memegang Presidensi Group of Twenty (G20) pada 2022 yang mengusung tema ”Recover Together, Recover Stronger”. 

Untuk meningkatkan pemahaman mengenai manfaat dan agenda strategis G20, serta mendukung kesuksesan Presidensi G20 Indonesia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan ISEI Jawa Tengah menyelenggarakan Public Lecture G20 dengan tema ”Exit Strategy & Addressing Scarring Effect: Bangkit, Tumbuh, dan Pulih Pasca Pandemi”. 

Kegiatan Public Lecture G20 dilaksanakan secara serentak di 3 (tiga) kota yaitu Semarang, Medan, dan Makasar dan diawali dengan leader’s insight oleh Gubernur Bank Indonesia,  Perry Warjiyo.

Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa untuk mencapai tema G20 yaitu recover together and recover stronger, terdapat 6 (enam) agenda prioritas jalur keuangan dalam Presidensi G20 Indonesia.

 Agenda prioritas tersebut yaitu perumusan normalisasi kebijakan (exit strategy) agar tetap kondusif bagi pemulihan ekonomi dunia, perumusan respons kebijakan reformasi struktural di sektor riil untuk mengatasi luka memar (scarring effect) dari pandemi Covid-19, mendorong kerja sama antar negara dalam sistem pembayaran digital, mendorong produktivitas, perluasan ekonomi, dan keuangan inklusif serta oordinasi internasional dalam agenda perpajakan. Public lecture kali ini yang merupakan seri pertama rangkaian public lecture G20, akan fokus pada 2 (dua) agenda prioritasi yaitu exit strategy to support recovery dan addressing scarring effect to secure future growth. 

Kedua agenda prioritas ini sangat relevan tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi perekonomian global. Hal ini dikarenakan dunia saat ini dihadapkan pada laju pemulihan ekonomi yang berbeda- beda. Negara maju dan sebagian negara berkembang saat ini sudah mulai melakukan normalisasi kebijakan, sementara masih banyak negara berkembang dan berpenghasilan rendah yang berkutat dalam mengatasi pandemi.

Pelaksanaan Public Lecture G20 di Semarang Jawa Tengah dibuka dengan keynote speech Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung. Dia  menyampaikan upaya prioritas yang dapat dilakukan untuk meminimalkan scarring effect pandemi, yaitu mengatasi masalah realokasi tenaga kerja dan realokasi modal, meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan serta memastikan kesiapsiagaan dan pencegahan pandemi ke depan, serta memanfaatkan teknologi dengan meningkatkan inklusi digital. Asisten Perekonomian Sekda Provinsi Jawa Tengah, Ibu Peni Rahayu juga menyampaikan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi di Jawa Tengah. 

Berbagai narasumber yang sangat kompeten di bidangnya telah hadir dan memberikan berbagai insight, masukan dan rekomendasi untuk bagaimana bangkit, tumbuh, dan pulih pascapandemi, yaitu Bapak Josua Pardede (Chief Economist PT Bank Permata), Bapak Anung Herlianto (Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan), dan Bapak Harry Nuryanto (Ketua KADIN Jawa Tengah).

Kegiatan Public Lecture G20 tersebut dilaksanakan secara hybrid pada 21 Maret 2022 yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, anggota ISEI Jawa Tengah, perbankan, asosiasi, dan pelaku acara secara luring. Sementara secara daring, kegiatan diikuti oleh seluruh stakeholders Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Melalui forum ini, diharapkan seluruh peserta yang telah hadir dapat meningkatkan pengetahuan mengenai agenda strategis G20, membangun persepsi positif, dan menebar rasa optimisme keberhasilan Presidensi Indonesia dalam G20.

Sejalan dengan transisi menuju green economy yang merupakan arah pengembangan ekonomi ke depan, Public Lecture G20 di Semarang juga didukung dengan showcase produk-produk unggulan UMKM binaan KPwBI Provinsi Jawa Tengah yang bersifat ramah lingkungan, diantaranya Zie Batik Warna Alam, Bengok Craft, Batik Indigo Biru Warna Alam, Beras Organik Al Barokah, dan Kopi Anggrung Wonosobo. Melalui penguatan UMKM sebagai penyangga ekonomi dan ketahanan sektor rumah tangga, diharapkan pemulihan ekonomi dapat terakselerasi, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat tercapai.(tya)

Leave A Reply

Your email address will not be published.