Konsumsi BBM Subsidi Jateng Melonjak, Pertamina Dorong Tambahan Kuota
METROJATENG.COM, SEMARANG- Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Jawa Tengah mengalami peningkatan cukup signifikan sepanjang 2026. Kondisi tersebut membuat Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat mengusulkan tambahan kuota untuk menjaga ketersediaan BBM subsidi hingga akhir tahun.
Lonjakan konsumsi terutama terjadi pada produk Pertalite dan Biosolar yang masih menjadi pilihan utama masyarakat. Secara nasional, Pertamina juga memproyeksikan penyaluran Pertalite dan Solar bersubsidi berpotensi melampaui kuota yang ditetapkan dalam APBN 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan peningkatan konsumsi BBM subsidi perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah daerah penting untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap dapat terpenuhi.
“Pertamina terus melakukan pemantauan terhadap konsumsi dan penyaluran BBM subsidi. Ketika kebutuhan meningkat, tentu diperlukan langkah bersama agar ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Dijelaskan, Pertalite masih mendominasi konsumsi BBM jenis gasoline di wilayah Jawa Bagian Tengah. Data hingga Juni 2026 menunjukkan konsumsi Pertalite mencapai 73,3 persen, sedangkan Pertamax berada di angka 25,9 persen.
Tingginya porsi konsumsi Pertalite menunjukkan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap BBM bersubsidi. Kondisi tersebut juga menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, tambahan kuota menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan apabila realisasi penyaluran menunjukkan kebutuhan yang lebih besar dibandingkan kuota tersedia. Usulan tersebut tentunya perlu dilakukan berdasarkan data konsumsi dan kebutuhan riil di lapangan.
“Harapannya pemerintah daerah bisa melihat perkembangan konsumsi ini dan apabila memang dibutuhkan, dapat mengusulkan tambahan kuota sesuai kebutuhan masyarakat di Jawa Tengah,” ujarnya.
Kebutuhan kuota BBM subsidi sendiri telah menjadi bagian dari koordinasi antara pemerintah daerah dan badan usaha penugasan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebelumnya juga melakukan rapat koordinasi mengenai kuota BBM jenis tertentu dan BBM khusus penugasan sebagai bagian dari persiapan kebutuhan energi daerah.
Dalam koordinasi tersebut, pengusulan kuota didasarkan pada data dan kebutuhan riil konsumen pengguna. Pemetaan mencakup berbagai sektor, antara lain rumah tangga, usaha mikro, transportasi, serta sektor lain yang berhak memperoleh BBM subsidi.
Di sisi lain, Pertamina terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi agar tetap tepat sasaran. Pengawasan menjadi penting di tengah meningkatnya konsumsi sekaligus adanya potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Sebelumnya, pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi di Jawa Tengah juga menunjukkan adanya praktik yang dapat menggerus kuota subsidi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena BBM subsidi diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
Taufiq menegaskan, Pertamina akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam menjaga ketersediaan BBM. Pemantauan penyaluran juga dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan.
“Kami terus berkoordinasi dan melakukan monitoring di lapangan. Prinsipnya, kebutuhan masyarakat harus tetap dilayani, tetapi penyalurannya juga harus tepat sasaran,” tegasnya.(ris)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.