Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

JNE Dorong UMKM Sepatu Roda Semarang Tumbuh dan Tembus Pasar Nasional

METROJATENG.COM, SEMARANG – Setiap hari, puluhan kardus keluar dari sebuah gudang sederhana di kawasan Taman Semeru, Semarang. Di dalamnya bukan sekadar barang dagangan, melainkan sepatu roda rakitan lokal yang dipakai anak-anak hingga atlet di berbagai daerah Indonesia.

Ada paket yang dikirim ke Lombok, Padang, Makassar, bahkan Papua. Semua berangkat dari tempat usaha milik Erlangga Ardianza Wibowo (36), mantan atlet sepatu roda yang membawa harum Indonesia dengan membawa pulang medali emas di cabang olah raga sepatu roda Sea Games 2021 dan  kini membangun brand lokal Ardianz Racing Indonesia.

Namun di balik berkembangnya usaha tersebut, Erlangga mengaku ada satu hal yang menjadi kunci utama agar bisnisnya tetap berjalan, yakni kerjasama dengan layanan pengiriman yang cepat dan dapat dipercaya.

“Kalau usaha online seperti ini, pengiriman itu nyawa bisnis,” katanya.

Erlangga merintis usahanya sejak 2012 dari sebuah klub sepatu roda bernama Kairos. Awalnya, ia hanya ingin membantu anak-anak didiknya mendapatkan perlengkapan berkualitas dengan harga lebih terjangkau.
Sebab saat itu, pilihan sepatu roda di pasaran hanya dua: produk murah dengan kualitas seadanya atau produk impor mahal yang sulit dijangkau banyak orang tua.

Ia lalu mulai memodifikasi sepatu roda sendiri. Mengganti roda, bearing, hingga menyesuaikan desain berdasarkan pengalaman sebagai atlet.

Tak disangka, produk rakitannya justru dipakai banyak atlet muda menjuarai berbagai kompetisi. Pesanan pun mulai berdatangan dari berbagai daerah.
Di titik itulah, Erlangga mulai menyadari pentingnya sistem logistik yang stabil.

“Kalau pengiriman telat, pelanggan bisa kecewa. Bahkan order marketplace bisa cancel,” ujarnya.

Dari berbagai pengalaman menggunakan jasa pengiriman, Erlangga akhirnya memilih JNE sebagai mitra utama distribusi usahanya.

Menurutnya, pelayanan JNE menjadi salah satu alasan usahanya mampu berkembang hingga sekarang.

“Yang saya suka itu responsnya cepat dan fleksibel. Kadang kalau kita lagi sibuk packing, tim JNE juga membantu wrapping dan pengemasan,” katanya.

Ia mengaku pernah mencoba beberapa jasa pengiriman lain. Namun ada pengalaman paket terlambat dijemput hingga proses pengiriman yang membuat pelanggan komplain.

“Kalau di usaha kecil seperti kami, hal sederhana seperti pickup tepat waktu itu penting sekali,” ujarnya.

Kini hampir setiap hari ada pengiriman sepatu roda dari gudangnya menggunakan layanan JNE. Dalam kondisi ramai, pengiriman bisa mencapai ratusan pasang sekaligus untuk komunitas olahraga di luar daerah.

Pengiriman ke wilayah timur Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Erlangga masih mengingat bagaimana mahalnya ongkos kirim ke Papua pada masa awal bisnisnya berkembang.
Meski begitu, layanan distribusi tetap berjalan karena jaringan pengiriman yang luas.

“Anak-anak di Papua juga punya semangat latihan tinggi. Jadi tetap harus dikirim,” katanya.

Branch Manager JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam, mengatakan pertumbuhan UMKM seperti usaha milik Erlangga menjadi salah satu penggerak utama layanan logistik saat ini.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, JNE Semarang kini diperkuat sekitar 600 sumber daya manusia dan lebih dari 100 armada operasional.

Secara nasional, volume pengiriman JNE mencapai sekitar satu juta paket per hari dengan layanan reguler menjadi layanan paling diminati masyarakat.

“Kontribusi corporate saat ini di atas 40 persen, sementara retail dan socio commerce sekitar 30 persen,” ujar Wahyu.

Menurutnya, JNE tidak hanya berperan sebagai jasa pengiriman, tetapi juga menjadi bagian dari pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Menurutnya JNE memiliki beberapa layanan yakni JNE Ekspres, JNE Logistik, JNE Freight, .dan Rocket Indonesia. Selain itu JNE menghadirkan layanan  fulfillment service, yakni layanan logistik pihak ketiga atau third party logistics (3PL) yang membantu pelaku usaha mulai dari penyimpanan barang di gudang, pengelolaan stok, pengemasan, hingga pengiriman ke pelanggan.Layanan tersebut juga dilengkapi fasilitas free trial agar UMKM dapat mencoba sistem operasional yang lebih efisien dengan biaya terjangkau.

“Pelaku usaha jadi bisa fokus mengembangkan bisnis, sementara operasional logistik kami bantu,” katanya.

Bagi Erlangga, dukungan pengiriman yang cepat dan aman membuat usahanya mampu menjangkau pelanggan hingga pelosok Indonesia.
Sebab di balik setiap paket yang dikirim, ada mimpi anak-anak yang ingin belajar meluncur di lintasan, mengejar prestasi, dan tumbuh percaya diri lewat olahraga.

“Kalau barang sampai tepat waktu dan aman, itu bukan cuma bikin pelanggan senang. Tapi juga membuat semangat anak-anak tetap jalan,” ujarnya.
Dari sebuah gudang kecil di Semarang, roda-roda kecil itu kini terus berputar. Dan JNE menjadi bagian penting yang membantu mimpi-mimpi itu meluncur hingga ke seluruh Indonesia. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.