Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Investasi Mengalir ke Jawa Tengah, CJIBF 2026 Catat Transaksi Rp25,8 Miliar

METROJATENG.COM, SEMARANG – Jawa Tengah terus memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan investasi paling menjanjikan di Indonesia. Melalui gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan UMKM Grande 2026, optimisme pertumbuhan ekonomi daerah kembali ditegaskan dengan capaian transaksi perdagangan mencapai Rp25,8 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M Noor Nugroho, menyebut forum tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui penguatan investasi, perdagangan, dan sektor pariwisata.

“Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi provinsi maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, kami terus memperkuat sinergi melalui Central Java Investment Business Forum dan UMKM Grande,” kata Noor Nugroho.

Mengusung tema “Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Economy”, kegiatan tahun ini difokuskan pada pengembangan investasi hijau dan penguatan UMKM agar mampu menjadi tulang punggung ekonomi berkelanjutan.

M Noor Nugroho mengungkapkan tingginya transaksi yang tercipta menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi Jawa Tengah yang semakin kompetitif.

Selain transaksi perdagangan senilai Rp25,8 miliar, penyelenggaraan sebelumnya juga mencatat penjualan UMKM secara online sebesar Rp647,8 juta dan offline Rp544,6 juta. Sementara business matching penjualan dan pembiayaan UMKM membukukan nilai Rp18,2 miliar dan Rp1,5 miliar.

“Produk UMKM Jawa Tengah semakin diminati pasar karena kualitasnya terus meningkat. Ini hasil kerja sama seluruh pihak, mulai pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, akademisi hingga dunia usaha,” ujarnya.

Tahun ini, CJIBF dan UMKM Gayeng menghadirkan berbagai agenda besar, mulai dari pameran investasi dan UMKM, business matching, promosi pariwisata, hingga kunjungan ke kawasan industri dan proyek strategis daerah berbasis keberlanjutan.

Tak hanya itu, Bank Indonesia Jawa Tengah juga menggelar Investment Challenge 2026 yang diikuti 43 proposal proyek investasi dari hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Proyek-proyek potensial tersebut akan diumumkan pada Agustus 2026 mendatang setelah melalui proses verifikasi lapangan.

Di sisi lain, UMKM Grande 2026 menghadirkan 70 UMKM unggulan dari berbagai sektor seperti fesyen, kriya, furnitur, makanan olahan, minuman olahan, hingga kopi khas Jawa Tengah dan furnitur Jepara.

Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan realisasi investasi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai Rp23,02 triliun.
“PMA mencapai Rp12,98 triliun atau 56,4 persen, sedangkan PMDN sebesar Rp10,04 triliun atau 43,6 persen. Investasi tersebut berhasil menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja di 35 kabupaten/kota,” jelasnya.

Menurut Sakina, capaian tersebut menunjukkan peningkatan sekitar lima persen dibanding tahun sebelumnya dan memperlihatkan kuatnya daya tarik Jawa Tengah bagi investor.

Forum investasi yang berlangsung pada 11–12 Mei 2026 itu juga menawarkan 21 proyek investasi potensial, termasuk empat kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus dengan total nilai investasi mencapai Rp30 triliun.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa investasi menjadi kunci penting pertumbuhan ekonomi daerah di tengah keterbatasan fiskal pemerintah.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada APBD maupun APBN. Pertumbuhan ekonomi harus didorong melalui investasi yang masuk ke daerah,” tegasnya.

Luthfi menyebut realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp110 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 480 ribu orang. Menurutnya, hal itu membuktikan Jawa Tengah semakin dipercaya investor nasional maupun internasional.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di berbagai wilayah Jawa Tengah.

“Kami ingin Jawa Tengah menjadi pusat investasi hijau dan berkelanjutan. Karena itu kami menyiapkan berbagai insentif bagi investasi energi terbarukan dan ekonomi ramah lingkungan,” tandasnya. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.