Edukasi Langsung ke Warga, PGN Tingkatkan Keamanan Pemanfaatan Gas Bumi di Jombang
METROJATENG.COM, JOMBANG – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan energi yang aman dan andal bagi masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi penggunaan gas bumi.
Kegiatan ini berlangsung di Balai Kelurahan Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, dengan melibatkan warga setempat sebagai pengguna jaringan gas (jargas) rumah tangga.
Area Head PGN Area Sidoarjo, Heri Frastiono, menegaskan bahwa edukasi keselamatan menjadi bagian penting dari layanan PGN, seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan di wilayah Jombang yang kini telah mencapai sekitar 4.800 lebih sambungan rumah.
“Gas bumi mengalir selama 24 jam, sehingga penting bagi pelanggan untuk memahami cara penggunaan yang aman. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya menikmati manfaatnya, tetapi juga merasa aman dalam penggunaannya,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, PGN memberikan pemahaman praktis terkait langkah penanganan awal jika terjadi kebocoran gas, seperti menutup aliran gas dari kran utama dan membuka ventilasi untuk sirkulasi udara. Warga juga diingatkan untuk tidak panik dan segera menghubungi layanan darurat Pertamina Contact Center 135 yang siap melayani selama 24 jam.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, PGN menyiagakan tim teknis yang dilengkapi peralatan modern, termasuk teknologi Laser Mini Methane (LMM) untuk mendeteksi kebocoran gas secara cepat dan akurat di lapangan.
Dari sisi pemanfaatan, gas bumi dinilai semakin diminati karena efisien dan transparan. Sistem pembayaran berbasis meteran memungkinkan pelanggan mengontrol konsumsi energi secara langsung. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri, terutama bagi pelaku usaha kecil seperti warung makan dan kafe.
“Pengguna bisa mengatur pemakaian sesuai kebutuhan. Ini membantu efisiensi biaya operasional, khususnya bagi UMKM,” tambah Heri.
Kepala Desa Pesantren, Achmad Wahyudi, menyambut baik kegiatan ini dan menilai edukasi yang dilakukan secara langsung mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan jargas.
“Dengan adanya sosialisasi ini, warga jadi lebih paham dan tidak ragu lagi menggunakan gas bumi. Ini solusi energi yang praktis dan aman,” ujarnya.
Salah satu peserta, Nunuk Ainur Rohmah, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Ia kini merasa lebih siap dalam menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi.
“Dulu masih khawatir kalau mencium bau gas, sekarang sudah tahu langkah yang harus dilakukan. Jadi lebih tenang,” katanya.
Selain itu, PGN juga memperkenalkan layanan digital melalui aplikasi PGN Mobile yang memungkinkan pelanggan melakukan pencatatan meter secara mandiri. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kesadaran pelanggan dalam mengelola konsumsi energi.
Ke depan, PGN mendorong pemanfaatan gas bumi tidak hanya untuk kebutuhan memasak, tetapi juga untuk perangkat lain seperti pemanas air dan kebutuhan usaha. Dengan pendekatan edukasi berkelanjutan, PGN optimistis pemanfaatan energi gas bumi akan semakin luas dan mendukung kemandirian energi nasional yang lebih ramah lingkungan. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.