Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Disebut dalam OTT, Ahmad Luthfi Bantah Tertangkap Bersama Fadia

METROJATENG.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengaku terkejut saat namanya disebut oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fadia sebelumnya menyatakan bahwa saat OTT terjadi, dirinya tengah bersama Gubernur Jawa Tengah. Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah tegas oleh Ahmad Luthfi.

Luthfi menuturkan, ia justru baru mengetahui kabar OTT yang menjerat Fadia dari pemberitaan media pada Selasa pagi, 3 Maret 2026.

“Saya malah baru tahunya pas Selasa pagi dari media,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Terkait pernyataan Fadia yang menyebut dirinya datang ke kediaman gubernur pada Senin malam, Luthfi membenarkan adanya pertemuan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pertemuan itu dihadiri sejumlah kepala daerah lain.
Saat itu, menurutnya, hadir pula Bupati Tegal serta Wakil Bupati Purbalingga.

Mereka membahas progres Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah masing-masing menjelang rapat koordinasi (rakor) MBG di Pemprov Jateng pada Selasa siang, 3 Maret 2026.

Rakor tersebut diketahui dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, serta dihadiri sejumlah pejabat kementerian terkait.

“Senin malam itu saya ada acara buka bersama teman-teman Ansor. Setelah itu Bupati Pekalongan, Tegal dan Wakil Bupati Purbalingga laporan progres MBG. Kemudian Bu Fadia izin tidak bisa ikut rakor pada hari Selasa bersama Pak Menteri. Setelah selesai, masing-masing pulang,” jelas Luthfi.

Jadi Pembelajaran

Lebih jauh, Luthfi menyebut peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh kepala daerah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah bekerja sama dengan KPK dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

Berbagai langkah pencegahan telah dilakukan, mulai dari pengarahan kepada kepala daerah dan anggota DPRD hingga peringatan dalam momentum Hari Antikorupsi Sedunia.

“Ikan busuk itu berawal dari kepalanya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar kepala daerah tidak bergaya hidup hedon atau memamerkan kekayaan. Pemerintahan yang bersih, sehat, dan taat hukum harus menjadi komitmen bersama.
KPK Tegaskan Tidak Ada Penangkapan Bersama

Sementara itu, dalam konferensi pers, KPK juga membantah anggapan bahwa Fadia tertangkap bersama Gubernur Jawa Tengah.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa tidak ada informasi yang menyebut keduanya diamankan bersama.

“Selama kami di posko, tidak ada informasi itu. Di posko itu kami komunikasi terus dengan petugas di lapangan,” ujarnya.

Pernyataan KPK dan Gubernur Jawa Tengah ini sekaligus meluruskan spekulasi yang sempat berkembang di publik terkait pernyataan Fadia usai OTT. (*)

Comments are closed.