Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Sekar Setaman Jadi Strategi Cerdas Danar Hadi Sambut Imlek dan Ramadan

Luncurkan 60 Koleksi Sekar Setaman

METROJATEBG.COM, SEMARANG  – Batik Danar Hadi membuka tahun 2026 dengan langkah agresif melalui fashion show bertajuk “Sekar Setaman”. Mengusung inspirasi kembang taman dengan ragam hias bunga yang tengah menjadi tren global, koleksi ini tidak hanya menampilkan sisi artistik batik, tetapi juga menjadi strategi bisnis untuk menyambut dua momentum besar: Imlek dan Ramadan.

Owner Batik Danar Hadi, Diana Santoso, menegaskan, koleksi ini dirancang mengikuti perkembangan tren warna 2026 sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis.

“Kembang taman yang kami angkat terinspirasi dari aneka macam bunga. Kami menampilkan ragam hias bunga-bunga tersebut dengan berbagai macam warna yang juga merupakan tren warna 2026. Harapannya, fashion show ini bisa meningkatkan kecintaan masyarakat untuk menggunakan batik agar lebih trend dan fashionable,” ujar Diana, disela fashion show di Hotel Tentrem Semarang, jumat (13/2/2026).

Tahun ini menjadi momen unik karena Imlek dan Ramadan berlangsung berdekatan. Situasi tersebut dimanfaatkan Batik Danar Hadi untuk menghadirkan koleksi yang relevan bagi kedua perayaan sekaligus.

“Imlek dan Ramadan tahun ini sangat berdekatan, jadi fashion show ini seperti ‘two in one’. Kami mengakomodir koleksi untuk merayakan Chinese New Year sekaligus menyambut Ramadan,” jelasnya.

Sekitar 60 koleksi ditampilkan dalam pagelaran ini. Tidak hanya busana bertema Imlek dan Ramadan, Batik Danar Hadi juga memperkenalkan koleksi kain dan selendang khas Jawa Tengah yang selama ini menjadi identitas kuat brand, serta gaun malam elegan sebagai penutup pertunjukan.

Tren Global

Selama ini Batik Danar Hadi identik dengan motif klasik Jawa khas Solo. Namun tahun ini, tren internasional yang mengangkat tema floral mendorong eksplorasi baru.

“Biasanya kami banyak mengolah motif Jawa karena kami dari Solo. Tapi karena secara internasional sedang mengangkat bunga-bunga, kami berinisiatif menghadirkan ragam hias motif bunga dalam koleksi terbaru,” katanya.

Motif Seruni, Anggrek Bulan, Kenanga, dan Mawar diolah melalui teknik batik cap dan batik tulis di atas material premium seperti sutra crepe, Thai silk, organza, dan tenun ATBM. Warna pastel hingga tone bold elegan memperkuat daya tarik koleksi, menyasar pasar yang lebih luas, dari generasi muda hingga pelanggan loyal.

Dari sisi penjualan, Batik Danar Hadi mengawali 2026 dengan tren positif. Diana berharap momentum Ramadan dan Lebaran menjadi puncak penjualan tahun ini.

“Kalau bicara perdagangan tentu ada naik turunnya. Tapi kami mengawali 2026 ini dengan penjualan yang cukup positif. Kami berharap Lebaran nanti menjadi puncak penjualan batik,” ungkapnya optimistis.

Brand ini juga membidik hampir seluruh segmen pengguna batik, dengan misi menjadikan batik sebagai pilihan utama untuk tampil stylish di berbagai kesempatan.

Di tengah maraknya batik printing di pasar, Batik Danar Hadi tetap menegaskan komitmennya pada proses batik asli.

“Batik printing memang tidak bisa dipungkiri akan selalu ada karena tekniknya paling mudah. Tapi sebagai produsen batik, kami tetap memprioritaskan bahwa batik adalah sebuah proses. Koleksi kami saat ini semuanya terbuat dari batik cap dan batik tulis,” tegas Diana.

Dengan perpaduan strategi pasar, momentum perayaan, serta kekuatan tradisi, “Sekar Setaman” menjadi bukti bahwa batik tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing dan tumbuh di tengah arus tren global. Batik Danar Hadi pun optimistis 2026 menjadi tahun yang semakin mengukuhkan posisinya di industri fashion nasional. (*)

Comments are closed.