Gelar Bimtek di Yogyakarta, PKS Jateng Targetkan Lonjakan Kursi dan Usung Kader Sendiri di Pilkada
METROJATENG.COM, YOGYAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah memanaskan mesin politiknya menjelang kontestasi mendatang. Melalui agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Pimpinan dan Anggota Legislatif se-Jawa Tengah yang digelar di Yogyakarta. Dalam acara tersebut, PKS menegaskan misinya untuk naik kelas menjadi partai papan atas di provinsi yang dikenal sebagai medan tempur politik paling kompetitif di Indonesia.
Bimtek bertema “Sinkronisasi, Asta Cita, dan Jateng Maju” itu dihadiri ratusan legislator PKS dari berbagai kabupaten/kota. Forum ini tak sekadar agenda rutin, melainkan momentum konsolidasi menyeluruh untuk menyamakan arah perjuangan dari tingkat pusat hingga daerah.
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, menegaskan bahwa anggota legislatif adalah representasi langsung wajah partai di hadapan publik. Ia mengingatkan bahwa jabatan politik bukan sekadar posisi administratif, melainkan instrumen perjuangan ideologis yang harus tercermin dalam kebijakan publik.
“Pejabat publik dan alat kelengkapan dewan adalah etalase perjuangan partai. Setiap kebijakan yang dikawal harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kholid di hadapan peserta.
Ia juga mendorong kader untuk meninggalkan budaya sungkan atau pekewuh yang dinilai kerap menghambat munculnya figur-figur potensial. Menurutnya, momentum politik saat ini membuka ruang lebih luas bagi partai untuk mengusung kader sendiri, termasuk dalam pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden.
Peluang tersebut, kata dia, menguat seiring putusan Mahkamah Konstitusi terkait ambang batas pencalonan yang memberi ruang lebih fleksibel bagi partai politik. PKS, lanjutnya, harus berani mengukur kekuatan dengan menempatkan kader di kertas suara tanpa selalu bergantung pada koalisi.

Jateng Wilayah Strategis
Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, menyebut Jawa Tengah sebagai wilayah strategis yang menjadi rebutan berbagai kekuatan politik nasional. Karena itu, soliditas internal menjadi kunci untuk memperluas basis dukungan.
“Jawa Tengah adalah wilayah yang sangat dinamis. Melalui Bimtek ini, kami menyatukan langkah dari pusat hingga akar rumput agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.
Sebagai langkah konkret, PKS Jawa Tengah menyiapkan strategi berlapis: memperkuat kaderisasi berjenjang, meningkatkan kapasitas legislator dalam mengawal kebijakan pro-rakyat, serta memperluas kerja-kerja sosial kemasyarakatan. Targetnya jelas, yakni meningkatkan perolehan kursi legislatif sekaligus menempatkan kader di posisi-posisi strategis pemerintahan daerah.
Dengan konsolidasi intensif dan dorongan untuk lebih percaya diri mengusung figur internal, PKS Jawa Tengah berharap mampu mengubah peta persaingan politik di provinsi tersebut dan mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama dalam kontestasi mendatang.
Comments are closed.