Peringati Hari Ibu, Anggota MPR RI Dorong Kesetaraan dan Penguatan Peran Perempuan dalam Pembangunan
Related Posts
Recover your password.
A password will be e-mailed to you.
METROJATENG.COM, BANYUMAS – Peringatan Hari Ibu dimaknai lebih dari sekadar seremoni oleh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), H.Wastam SE, SH, MH. Melalui kegiatan sosialisasi kebangsaan yang digelar di Desa Karanggude Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jumat (19/12/2025), Wastam menegaskan pentingnya kesetaraan serta peran strategis perempuan dalam pembangunan nasional.
Mengusung tema “Kesetaraan dan Peran Perempuan dalam Pembangunan”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik sekaligus dialog kebangsaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Peserta yang hadir berasal dari kalangan ibu-ibu PKK, pemuda, tokoh agama, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat. Partisipasi lintas kelompok ini menunjukkan bahwa isu perempuan bukan hanya urusan kaum ibu, melainkan agenda bersama seluruh elemen bangsa.
Wastam menekankan, bahwa kontribusi perempuan, khususnya ibu, memiliki dampak langsung terhadap kualitas pembangunan manusia. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari pembentukan karakter, moral, serta kecerdasan generasi muda.
“Perempuan, terutama para ibu, memegang peran sebagai pendidik pertama dan utama di dalam keluarga. Dari merekalah lahir generasi yang beriman, berakhlak, dan memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara,” ujar H. Wastam.
Ia menjelaskan, nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip Pancasila, khususnya Sila Kedua tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Sila Kelima mengenai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kedua sila tersebut menegaskan pentingnya perlakuan yang adil serta kesempatan yang setara antara perempuan dan laki-laki dalam seluruh aspek kehidupan.
Lebih lanjut, H. Wastam juga mengaitkan peran perempuan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Ia menyebut Pasal 27 ayat (1) yang menjamin persamaan kedudukan setiap warga negara di hadapan hukum, serta Pasal 31 yang menegaskan hak seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan. Menurutnya, ketentuan konstitusi tersebut menjadi landasan kuat bagi perempuan untuk berkiprah aktif dalam pembangunan, terutama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Peran Ibu dalam Pembentukan Karakter
Dalam sesi diskusi, salah satu peserta, Karmiasih, menyampaikan pandangannya mengenai sentralnya peran ibu dalam membangun kualitas bangsa. Ia menilai bahwa kekuatan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas perempuan di dalam keluarga dan masyarakat.
“Sejak anak lahir, ibu memiliki peran paling dekat dalam mendidik dan membentuk karakter. Jika perempuan diberdayakan, cerdas, dan mandiri, maka bangsa ini akan tumbuh menjadi bangsa yang kuat,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, H. Wastam menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa investasi terbesar bangsa sesungguhnya terletak pada peningkatan kualitas perempuan. Karena itu, ia mendorong negara dan masyarakat untuk terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada pendidikan perempuan, kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan ekonomi perempuan agar kontribusinya dalam pembangunan semakin optimal.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap perempuan, dari sekadar penerima manfaat pembangunan menjadi subjek pembangunan yang memiliki peran strategis dan setara.
Menutup kegiatan, H. Wastam berharap peringatan Hari Ibu dapat menjadi momentum refleksi bersama untuk terus menghargai, melindungi, dan memberdayakan perempuan. “Dengan menghormati peran ibu dan perempuan, kita sedang membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan Indonesia yang adil, beradab, dan berkemajuan,” pungkasnya.
Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk memperkuat peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan kehidupan berbangsa, sebagai upaya mewujudkan Indonesia yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Recover your password.
A password will be e-mailed to you.
Comments are closed.