Recover your password.
A password will be e-mailed to you.
METROJATENG.COM, JAKARTA – Kementerian Sosial Republik Indonesia menegaskan komitmennya mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem melalui program pemberdayaan masyarakat yang lebih terpadu. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo dalam audiensi bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah terkait perkembangan Pilot Project Kampung Berdaya di sembilan desa.
Agus Jabo menyebut Kampung Berdaya sebagai model penanganan kemiskinan yang harus dikembangkan secara utuh, mulai dari penguatan ekonomi, layanan kesehatan, hingga pendampingan sosial. Ia menilai gagasan ini hanya akan efektif jika didukung konsep desa binaan yang jelas serta ekosistem pendukung yang stabil.
Sembilan desa di Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi uji coba untuk melihat efektivitas pendekatan pemberdayaan berbasis kebutuhan masyarakat. Dinas Sosial Jateng melaporkan bahwa program ini menyasar sektor pertanian, peternakan, serta akses layanan kesehatan yang selama ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat miskin. Jika model ini dinilai berhasil, Kampung Berdaya akan diperluas ke 452 desa lain di Jawa Tengah.
Namun, Agus Jabo menilai ruang lingkup pemberdayaan yang dijalankan saat ini masih terlalu kecil dibandingkan mandat besar yang diberikan Presiden, yakni menghapus kemiskinan ekstrem. Menurutnya, program harus diperluas secara masif dan tidak lagi dilakukan secara bertahap.
Ia menjelaskan dua jalur utama penanganan yang disiapkan Kemensos. Pertama, para pendamping ditargetkan dapat menggraduasi sepuluh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap tahun sehingga total 350.000 KPM ditargetkan lulus dari garis kemiskinan pada 2026. Jalur kedua yaitu pembangunan Kampung Berdaya Kemensos yang dimulai dari sembilan desa di Jawa Tengah sebagai embrio perluasan program secara nasional.
“Kita tidak bisa berhenti di 10 atau 20 titik. Penghapusan kemiskinan ekstrem memerlukan cakupan yang lebih luas,” tegasnya.
Selain mendorong Kampung Berdaya, Kemensos juga memperkenalkan inovasi program Posyandu Reborn, yaitu integrasi antara pemberdayaan masyarakat, layanan sosial, dan layanan kesehatan dalam satu sistem. Konsep baru ini nantinya menggunakan nomenklatur “Posyandu Pemberdayaan” yang diharapkan memperkuat kualitas layanan di tingkat desa.
Kampung Berdaya
Kemensos kini tengah menyiapkan ratusan titik Kampung Berdaya di berbagai daerah agar peluncuran program tidak sekadar bersifat seremoni, melainkan memberikan dampak nyata dan dapat diukur. Kolaborasi antara Kemensos dan pemerintah daerah menjadi syarat penting sebelum program tersebut diperluas secara resmi.
Wamensos juga menyampaikan arahan Menteri Sosial mengenai penyediaan lapangan pekerjaan melalui kemitraan dengan sektor swasta. Menurutnya, masyarakat yang siap bekerja harus diberi kesempatan seluas-luasnya agar keberlanjutan pemberdayaan dapat berjalan.
Perwakilan Dinas Sosial Jawa Tengah, Plt. Sekretaris Dinsos Endah Dwi Setiyorini, memastikan akan menindaklanjuti seluruh arahan tersebut. Menutup pertemuan, Agus Jabo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinsos Jateng dan para pendamping desa atas dedikasi mereka dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.
Recover your password.
A password will be e-mailed to you.
Comments are closed.