Jateng Buka Hotline MBG, Warga Bisa Lapor Soal Menu Hingga Keamanan Pangan
METROJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan layanan hotline pengaduan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya memperkuat pengawasan dan memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat. Melalui nomor 0811-2622-000, masyarakat kini dapat menyampaikan laporan, pertanyaan, atau masukan seputar kualitas dan kelayakan menu MBG yang disalurkan kepada siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yunita Dyah Suminar, mengatakan, selain hotline provinsi, seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah juga memiliki kanal aduan sendiri yang aktif melayani masyarakat.
“Misalnya Call Center SaberMaya Dinkes Kota Magelang di nomor 0851-4835-8535, Lapor Cepat Dinkes Kabupaten Banjarnegara di 0812-2900-1003, Hotline MBG Kabupaten Blora di 0811-2655-601, dan Hotline MBG Kota Pekalongan di 0852-2615-0966,” papar Yunita.
Menurutnya, laporan yang masuk tidak terbatas pada dugaan keracunan makanan, tetapi juga mencakup keluhan menu yang dianggap tidak sesuai standar gizi atau kebersihan. Setiap aduan akan ditindaklanjuti oleh Dinkes bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kalau ada SPPG yang tidak sesuai aturan, kami beri peringatan dan laporkan ke BGN. Tapi keputusan sanksi atau penghentian layanan tetap menjadi kewenangan BGN,” jelasnya.
Langkah Cepat Tangani Dugaan Keracunan
Pembentukan hotline ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang meminta Dinkes di seluruh daerah membuat sistem pengaduan dan tanggap darurat terhadap kasus MBG.
Setiap kali muncul dugaan keracunan makanan, tim Dinkes akan turun langsung melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mencari sumber penyebab dan memastikan keamanan penerima manfaat.
“Dalam salah satu kasus di daerah, kami bersama BGN langsung menutup sementara dapur penyedia makanan dan menghentikan layanan ke sekolah-sekolah sampai hasil evaluasi keluar,” ujar Yunita.
Sebelum dapur penyedia kembali beroperasi, dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pengujian kualitas bahan pangan, proses pengolahan, serta kelayakan lingkungan dapur.
Lebih lanjut, Yunita menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua, guru, dan penyedia makanan dalam menjaga keberhasilan program MBG.
“Kalau orang tua menyampaikan keluhan ke guru, SPPG harus mendengarkan dan menindaklanjutinya. Dinas Kesehatan juga siap membantu memastikan kebersihan lingkungan, penjamah makanan, dan sarana pendukung lainnya,” tandasnya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan inisiatif nasional untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat sejak dini, sekaligus menekan angka stunting di Indonesia. Dengan hadirnya hotline dan sistem tanggap cepat ini, Pemprov Jateng berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat dalam mengawasi dan menjaga mutu makanan bergizi yang disalurkan.
Comments are closed.