Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Jelang Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Mensos Gus Ipul Rumuskan Sembilan Arah Kebijakan Strategis Kemensos

METROJATENG.COM, JAKARTA — Menjelang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan sembilan arah kebijakan strategis Kementerian Sosial (Kemensos) yang akan menjadi pedoman dalam memperkuat kinerja dan mempercepat realisasi program sosial di seluruh Indonesia.

Gus Ipul menegaskan, seluruh jajaran Kemensos harus bergerak seirama untuk memastikan kebijakan yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat miskin dan rentan.

“Sembilan kebijakan ini saya susun sejak awal dilantik, dan sekarang waktunya ditindaklanjuti secara serius. Saya ingin semua pejabat tinggi, Dirjen, dan sekretaris menjadikannya pedoman dalam laporan satu tahun kinerja Kemensos di bawah pemerintahan Presiden Prabowo,” tegasnya.

Dalam arah kebijakan pertama, Gus Ipul menyoroti pentingnya penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai fondasi utama penyusunan kebijakan yang akurat dan tepat sasaran.
Kebijakan kedua menekankan sinergi lintas pemerintah daerah, agar pelaksanaan program sosial lebih efisien dan saling menguatkan.

Selanjutnya, Kemensos juga didorong mengembangkan care economy dengan melibatkan tenaga caregiver terlatih. Program ini diharapkan tidak hanya membantu keluarga yang membutuhkan perawatan lansia atau anggota rentan, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru bagi generasi muda.

“Anak-anak muda bisa dilatih menjadi pendamping keluarga yang membutuhkan perawatan. Ini membuka lapangan kerja baru dan menjawab kebutuhan masyarakat,” jelas Gus Ipul.

Kebijakan keempat menggarisbawahi perlunya memperluas kerja sama dengan pihak swasta, BUMN, dan lembaga filantropi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
Sementara itu, kebijakan kelima berfokus pada peningkatan kompetensi dan kesejahteraan pilar-pilar sosial, termasuk tenaga sosial yang kini telah diangkat menjadi ASN melalui skema PPPK.

“PPPK sudah diangkat, tinggal bagaimana kita meningkatkan kapasitas dan memperjelas pola kerjanya,” tutur Mensos.

Bansos Tepat Sasaran dan Layanan Sosial Unggul

Dalam kebijakan keenam, Gus Ipul menekankan pentingnya penyaluran bantuan sosial yang benar-benar tepat sasaran. Ia juga menyoroti peran kartu kesejahteraan dan penguatan unit layanan sosial seperti Puskesos dan LKS agar menjadi center of excellence dalam pelayanan sosial masyarakat.

Selanjutnya, Kemensos akan memperkuat integrasi program pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) lintas kementerian. Targetnya, mulai 2026 tidak ada lagi program yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dan memperkuat satu sama lain.

“Saya minta mulai tahun 2026 tidak ada lagi kerja sendiri-sendiri,” tegasnya.

Sebagai kebijakan strategis terakhir, Kemensos akan menghadirkan Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga fakir miskin. Program ini menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam membuka akses pendidikan yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan sembilan arah kebijakan tersebut, Kementerian Sosial menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perubahan konkret dalam pelayanan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Comments are closed.