Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Evakuasi Musala Al Khoziny Capai 80 Persen, 49 Korban Ditemukan, 14 Masih Hilang

METROJATENG.COM, SIDOARJO – Proses pencarian korban runtuhnya gedung musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus dikebut. Dengan melibatkan alat berat dan ratusan personel gabungan, tim SAR telah berhasil membersihkan sekitar 80 persen puing reruntuhan.

Dua excavator dan satu breaker penghancur beton masih terus bekerja di area utama. Targetnya jelas: menyingkirkan seluruh puing bangunan agar mempermudah proses pencarian jenazah dan korban yang diduga masih tertimbun.

Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Minggu (5/10/2025)  malam, data sementara mencatat 49 orang meninggal dunia, termasuk empat potongan tubuh manusia yang ditemukan secara terpisah. Sementara itu, 104 orang berhasil diselamatkan, dengan enam di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Seluruh jenazah dan potongan tubuh telah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi,” ungkap salah satu petugas lapangan Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Timur.

Jumlah korban hilang kini menyusut menjadi 14 orang. Tim di lapangan berupaya keras menuntaskan pencarian dalam waktu secepat mungkin, mengingat kondisi material bangunan yang mulai tidak stabil.

Kendala di Gedung Lama

Pekerjaan pembersihan tak sepenuhnya mulus. Tim SAR menemukan bagian reruntuhan yang menyatu dengan gedung lama di sisi selatan kompleks pesantren. Struktur bangunan lama tampak miring dan berisiko roboh jika proses pembersihan dilakukan sembarangan.

Untuk mencegah bahaya baru, konsultan struktur dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya diterjunkan guna memberikan analisis teknis. Hasilnya, tim disarankan membangun penahan struktural sementara sebelum melanjutkan proses pemotongan dan pengangkatan material di sektor tersebut.

Meski menghadapi kendala, Basarnas memastikan operasi SAR tetap menjadi prioritas utama. Fokus tim saat ini adalah menuntaskan evakuasi sektor selatan, sekaligus memastikan tidak ada lagi korban tertinggal di lokasi bencana.

Upaya kemanusiaan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat sekitar pesantren yang ikut membantu menyediakan logistik dan tenaga tambahan.

Comments are closed.