JKN Jadi Penopang Harapan Asih Saat Anaknya Sakit
METROJATENG.COM, SEMARANG – Senyum lega tampak di wajah Asih, warga Kelurahan Deliksari, Kota Semarang. Setelah hampir dua pekan anaknya, Muhammad Habibi Anwar, berjuang melawan demam dan batuk yang tak kunjung sembuh, kini ia bisa sedikit bernapas lega.
“Waktu itu saya benar-benar khawatir. Anwar sudah saya bawa ke klinik, tapi kondisinya tidak juga membaik. Sampai akhirnya harus masuk RS Unimus karena tubuhnya makin lemah,” tutur Asih dengan suara bergetar.
Di rumah sakit, hasil pemeriksaan menunjukkan sel darah putih Anwar sangat tinggi. Dokter kemudian menemukan adanya bakteri di paru-parunya. Situasi itu membuat hati Asih seakan runtuh, namun di saat yang sama ia merasa bersyukur karena sang anak langsung mendapatkan penanganan medis.
“Alhamdulillah sekarang sudah tertangani. Rasanya seperti ada beban besar yang terangkat,” katanya sambil menatap Anwar dengan penuh kasih.
Asih juga merasa beruntung karena keluarganya terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui perusahaan tempat suaminya bekerja. Selama perawatan, ia tidak perlu memikirkan biaya, yang biasanya menjadi beban berat ketika anggota keluarga sakit.
“Kalau tidak ada JKN, saya tidak tahu bagaimana harus membayar semua ini. Tapi dengan JKN, Anwar bisa rawat inap di kelas dua dan sampai sekarang saya tidak keluar biaya sepeserpun. Saya hanya fokus menemani anak saya,” ujarnya penuh rasa syukur.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi peserta.
“Peserta JKN berhak mendapatkan pelayanan yang sesuai standar. Melalui janji layanan JKN, kami mendorong seluruh fasilitas kesehatan di Kota Semarang dan Kabupaten Demak untuk memberikan pelayanan maksimal,” jelasnya.(*)
Comments are closed.