Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Indonesia Jadi Sorotan Dunia, Berhasil Stop Impor Beras Saat Negara Lain Krisis

METROJATENG.COM, JAKARTA – Di saat Jepang panik karena harga beras melonjak hampir 91 persen hingga warganya harus antre demi mendapatkan beras murah, Indonesia justru mencatat sejarah baru, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, negeri ini berhasil menghentikan impor beras. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pencapaian itu sebagai “kado besar” bagi bangsa.

“Alhamdulillah, stok beras kita tahun ini sangat aman, sehingga tidak perlu impor. Produksi terus meningkat, cadangan pangan kuat, dan harga mulai terkendali,” kata Amran.

Data internasional dari FAO hingga USDA menegaskan lompatan besar Indonesia. Produksi beras nasional diprediksi tembus 33,8–35,6 juta ton tahun ini, naik signifikan dari 30,62 juta ton pada 2024. Bahkan, cadangan beras pemerintah kini mencapai 4,2 juta ton, rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir.

Kontras dengan kondisi pada 2023–2024, ketika Indonesia masih terpaksa mengimpor hingga 7 juta ton beras, tahun ini dunia justru menilai Indonesia sebagai kisah sukses ketahanan pangan.

Tak hanya itu, harga beras medium dan premium yang sempat melambung kini turun di 15 provinsi, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali. Penurunan harga ini didorong oleh operasi pasar Bulog yang setiap hari menyalurkan lebih dari 6.000 ton beras program SPHP.

Pasar ritel modern pun mulai terisi kembali. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) melaporkan harga beras turun sekitar Rp1.000 per kilogram dalam beberapa pekan terakhir.

Reformasi dan Perang Melawan Mafia

Selain memperkuat produksi, Kementan juga melakukan reformasi tata kelola dan memperketat pengawasan beras oplosan. Dari hasil investigasi, 212 dari 268 merek beras premium terbukti tidak sesuai standar. Kasus ini sudah dilimpahkan ke aparat hukum.

“Kalau ada yang main-main, kita tindak tegas. Jangan ada yang merugikan rakyat dan petani,” tegas Amran.

Keputusan menghentikan impor beras sejak awal 2025 ternyata ikut memengaruhi harga dunia. Harga beras global kini turun ke level terendah dalam 8 tahun terakhir, yakni USD 372,50 per ton.

Perbandingan dengan Jepang pun mencolok. Negeri Sakura tengah menghadapi lonjakan harga tertinggi sejak 1971, sementara Indonesia menikmati panen melimpah dan cadangan beras bersejarah.

Stok kita besar, harga stabil, petani makin sejahtera. Ini bukti revolusi pertanian berjalan. Kita buktikan Indonesia bisa berdiri sejajar dengan negara agraris besar di dunia,” pungkas Amran.

Comments are closed.