Panggah Susanto Soroti Lesunya Sektor Laut: “Potensi Besar, Tapi Belum Jadi Andalan Nasional”
METROJATENG.COM, JAKARTA – Sektor kelautan dan perikanan Indonesia kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, mengungkapkan keprihatinannya atas kontribusi sektor ini yang dinilai belum mencerminkan potensi besar yang dimiliki Indonesia sebagai negara maritim.
Dalam rapat kerja yang digelar baru-baru ini, Panggah membeberkan bahwa kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan I (TW I) 2025 hanya mencapai 2,29 persen. Angka ini bahkan turun dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2,33 persen. Begitu pula dengan pertumbuhan sektor ini, yang melemah dari 3,49 persen menjadi hanya 2,25 persen.
“Kita ini negara dengan laut yang begitu luas, hasil laut yang melimpah, tetapi sumbangsihnya ke perekonomian nasional masih sangat rendah. Ini menandakan ada yang salah dalam pengelolaan dan perlu penataan ulang secara menyeluruh,” tegas Panggah.
Tak hanya dari sisi PDB, ekspor perikanan Indonesia juga stagnan, dengan volume hanya sekitar 0,43 juta ton pada periode yang sama. Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor ini tercatat Rp975,74 miliar hingga Juni 2025.
Illegal Fishing dan Penyelundupan Masih Merajalela
Panggah menyoroti bahwa praktik illegal fishing dan penyelundupan hasil laut menjadi batu sandungan utama. Dalam periode 2020–2025, kerugian negara akibat praktik ilegal ini ditaksir mencapai Rp13 triliun.
“Selama praktik ilegal seperti ini masih dibiarkan, sulit bagi sektor kelautan dan perikanan kita untuk naik kelas. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah,“ ujar politisi asal Jawa Tengah tersebut.
Sebagai solusi, Panggah mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk segera menyusun strategi konkret dalam memberantas praktik Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUUF). Ia menegaskan bahwa penguatan pengawasan dan regulasi harus menjadi prioritas utama agar sektor ini mampu tampil sebagai penggerak ekonomi nasional.
“Kalau potensi ini dikelola dengan benar, sektor kelautan dan perikanan bisa jadi andalan baru perekonomian nasional. Tapi kuncinya, tata kelola dan penegakan hukum harus tegas,” pungkasnya.
Comments are closed.