Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Maos Ndeso: Inovasi Literasi Unik, Baca Buku Pulang Bawa Sayur

METROJATENG.COM, MAGELANG – Di tengah era digital yang serba cepat, Karang Taruna Semar Karta dari Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, hadir dengan gebrakan tak biasa, baca buku, pulang bawa sayur segar! Lewat program bertajuk “Maos Ndeso”, pemuda desa membuktikan bahwa minat baca bisa ditumbuhkan dengan cara menyenangkan dan membumi.

Tak seperti perpustakaan pada umumnya, Maos Ndeso hadir sebagai perpustakaan keliling yang menyapa warga dari dusun ke dusun. Dengan mengusung slogan “Buku Menyapa, Desa Berkata,” mereka membawa buku-buku bacaan langsung ke tengah masyarakat dan sebagai bonus menarik, ibu-ibu yang datang membaca akan mendapat hadiah sayuran segar, sementara anak-anak diberi camilan atau hadiah kecil.

“Kami ingin mengubah pandangan bahwa membaca itu membosankan. Lewat Maos Ndeso, kami ingin membuat membaca jadi menyenangkan, sekaligus bermanfaat secara langsung,” ujar Naufal Yusuf, salah satu penggagas program ini.

Saat pertama kali digelar di pertigaan Randu Alas, Dusun Tubansari, puluhan warga tumpah ruah menyambut dengan antusias. Anak-anak larut dalam bacaan dan permainan, sementara ibu-ibu tak hanya membaca tapi juga senang membawa pulang sayuran untuk keluarga.

Buku yang tersedia pun beragam: mulai dari novel, buku edukasi, biografi tokoh, hingga tips budidaya tanaman. Selain itu, sesi mewarnai dan mini games membuat anak-anak semakin betah.

“Di zaman gadget seperti sekarang, perpustakaan sering dilupakan. Maka kami memilih mendekatkan buku ke warga, bukan menunggu warga mendatangi buku,” tambah Naufal.

Dukungan dari Semua Elemen

Kegiatan ini sukses berkat kolaborasi Karang Taruna dengan mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Tidar, serta dukungan penuh dari Pemerintah Desa Margoyoso.

Kepala Desa Margoyoso, Adi Daya P, menyampaikan apresiasinya, “Literasi harus tumbuh dari desa. Saat anak-anak sibuk dengan HP, kegiatan seperti ini penting untuk mengalihkan mereka ke bacaan yang berkualitas. Ini bukan hanya soal membaca, tapi tentang membangun SDM desa kita.”

Ia menekankan bahwa taman bacaan dan perpustakaan keliling akan menjadi salah satu prioritas pembangunan non-fisik di Margoyoso ke depan.

Program Maos Ndeso akan digelar rutin setiap dua hingga tiga minggu sekali, menyasar dusun-dusun lainnya di Margoyoso. Harapannya, tradisi membaca bisa tumbuh subur dan menjadi budaya baru di tengah masyarakat pedesaan.

Comments are closed.