Tiket Magang ke Jepang Hampir Habis! Pendaftaran Ditutup 16 Juli, Lebih dari 270 Pemuda Jateng Berebut Kesempatan Emas
METROJATENG.COM, SEMARANG – Peluang emas bagi para pemuda Jawa Tengah untuk magang di Jepang hampir berakhir! Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali membuka program magang prestisius ke Negeri Sakura, namun pendaftaran segera ditutup pada 16 Juli 2025.
Meski kuota awal hanya disiapkan untuk 250 orang, hingga Selasa (8/7/2025), jumlah pendaftar telah menembus angka 270 orang, menandakan tingginya animo dari kalangan muda usia 18-26 tahun di seluruh Jateng.
Program magang ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jateng, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan IM Japan (International Manpower Development Organization, Japan). Yang menarik, pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis.
“Kami siapkan fasilitas tempat seleksi di Pudakpayung. Jika penuh, akan dialihkan ke Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang 2,” terang Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnakertrans Jateng, Masduqi.
Namun, peserta tetap harus menanggung sendiri kebutuhan pribadi seperti transportasi dari daerah asal, akomodasi, konsumsi, hingga pengurusan visa dan paspor.
Para peserta yang lolos tahap administrasi harus melewati serangkaian seleksi mulai dari tes matematika logika, kesemaptaan fisik, wawancara, hingga uji kesehatan. Setelah itu, mereka juga akan dibekali pelatihan budaya dan bahasa Jepang.
“Ini bukan sekadar magang, tapi proses pembentukan tenaga kerja unggulan yang disiapkan secara menyeluruh,” jelas Masduqi.
Gaji Belasan Juta dan Peluang Masa Depan Cerah
Tak hanya pengalaman internasional, peserta juga akan mendapat uang saku sebesar 120 ribu Yen per bulan di tahun pertama, setara dengan Rp13 jutaan. Bidang kerja pun beragam, mulai dari perawat lansia, teknisi elektronik, konstruksi, hingga operator mesin tekstil.
“Banyak lulusan program ini yang setelah pulang justru sukses membangun usaha mandiri. Secara ekonomi, kehidupannya jauh lebih baik,” katanya.
Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu penyumbang terbesar tenaga magang ke Jepang. Daerah seperti Cilacap, Kendal, dan Pati termasuk yang paling aktif. Data menunjukkan, pada 2019 sempat diberangkatkan 1.386 peserta, meski sempat menurun selama pandemi. Kini, setiap tahun rata-rata ada 5.000-8.000 peserta dari Jateng yang berangkat lewat LPKSO (Lembaga Pelatihan Kerja Sending Organization) yang tersebar di berbagai kota.
Comments are closed.