Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Desa Kaliwedi Tembus Nasional, Jadi Simbol Kebangkitan Pangan dari Desa

METROJATENG.COM, SRAGEN – Siapa sangka, desa kecil di pelosok Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, kini menjadi sorotan nasional berkat inovasi luar biasa dalam bidang ketahanan pangan. Desa Kaliwedi, yang dulu dikenal sebagai desa tertinggal, kini melaju ke tingkat nasional dalam ajang Lomba Inovasi Ketahanan Pangan Kategori Desa.

Transformasi menakjubkan ini tak lepas dari kepemimpinan Kepala Desa Daryono, yang sejak 2016 menggerakkan perubahan nyata di desa berpenduduk sekitar 1.300 kepala keluarga itu. Dari pembangunan sumur dalam, pengembangan pertanian terpadu, hingga pemanfaatan teknologi internet, semua dilakukan untuk mewujudkan kemandirian pangan dan ekonomi warga.

“Dulu, 90 persen warga kami bertani, tapi tetap miskin. Sekarang kami buktikan bahwa bertani bisa sejahtera asal dikelola dengan inovasi,” ujar Daryono.

Keberhasilan ini menarik perhatian langsung dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Dirjen PPDT FX Nugroho Setijo Nagoro datang langsung meninjau lokasi, berinteraksi dengan masyarakat, dan menilai sejauh mana dampak inovasi yang telah dilakukan.

“Presentasi kepala desanya sudah layak juara, tapi saya ingin memastikan bahwa ini bukan sekadar data—melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Nugroho saat berkunjung ke Balai BUMDes Karya Mandiri Kaliwedi.

Nugroho menyoroti aspek penting seperti keterlibatan petani milenial, pemanfaatan teknologi digital, hingga penciptaan lapangan kerja baru. Inovasi yang mendorong desa menuju kemandirian pangan ini dinilai relevan dengan tantangan nasional, terutama terkait ketersediaan dan keragaman pangan lokal.

Dengan lahan sawah seluas 259 hektare dan dukungan 108 sumur dalam, Kaliwedi bahkan mampu memproduksi lebih dari 5.400 ton beras per tahun, angka yang mengesankan untuk ukuran desa. Inovasi lain yang dikembangkan antara lain greenhouse melon, peternakan ayam terintegrasi kolam lele, kebun kelengkeng, dan pemancingan wisata.

Tak hanya itu, Gapoktan dan KWT setempat juga aktif menggerakkan pemuda kembali ke desa, menjadi petani modern, dan membangun usaha berbasis pertanian. Sementara Bumdes dan koperasi lokal mendukung pemasaran serta pengolahan hasil pertanian agar bernilai tambah.

Wakil Bupati Sragen, Suroto, yang turut menyambut kunjungan Dirjen, menyampaikan apresiasinya. “Kaliwedi bukan hanya maju, tapi juga menginspirasi. Ini bukti bahwa desa bisa menjadi motor pembangunan nasional jika dikelola dengan semangat gotong royong dan inovasi.”

Comments are closed.