Member Cuanki, Gebrakan Dinnakerkop UKM Banyumas Dongkrak 300 Produk UMKM Naik Kelas
BERITA ADVETORIAL
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Permasalahan klasik UMKM seperti pemasaran kini mulai menemukan jalan keluarnya di Banyumas. Lewat inovasi baru bertajuk “Member Cuanki”, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM (Dinnakerkop UKM) Kabupaten Banyumas menunjukkan langkah nyata untuk mendorong pelaku usaha lokal naik kelas dan semakin kompetitif di pasar.
Membangun Jejaring dan Cara Berjualan Menggunakan Katalog Inyong (Member Cuanki) merupakan inovasi dari Kabid UMKM Dinnakerkop UKM Banyumas, Dr.Ani Widosari S.Pd.M.Pd. Hanya dalam waktu dua bulan, inovasi ini sukses membawa UMKM Banyumas naik kelas dan meraup hasil yang lebih banyak.
“Produk UMKM Banyumas cukup banyak yang bagus, sehingga kita sangat prihatin ketika mereka belum bisa memasarkan dengan maksimal. Karenanya, saya membuat inovasi Member Cuanki tersebut,” jelas Ani, dalam perbincangan dengan Metrojateng.com, Jumat (4/7/2025).
Tekad untuk membuat UMKM naik kelas, membuat Ani Widosari mendatangi langsung hotel-hotel besar yang ada di Kota Purwokerto. Tak tanggung-tanggung, ia juga melobi langsung Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kabupaten Banyumas untuk membuat Pejanjian Kerja Sama (PKS).
“Saya bertemu langsung dengan para GM hotel, kemudian dengan ketua PHRI, sampai akhirnya bisa melakukan PKS. Dari awal target saya hanya 5 hotel, ternyata bisa langsung mendapatkan 13 hotel yang siap mengakomodir produk UMKM kita, bahkan dua hotel langsung menggunakan produk UMKM minuman rempah sebagai welcome drink dan beberapa lainnya, mengganti jajanan di kaman hotel dengan produk UMKM,” terangnya.
Dari dua bulan berjalan, beberapa hotel sudah ada yang merestok produk-produk tersebut. Selain produk kuliner, produk kerajinan seperti batik, sepatu, sandal, tas dan lainnya juga diakomodir oleh hotel-hotel tersebut.

300 Produk Gabung di Member Cuanki
Tak berhenti dengan menaikan kelas UMKM ke hotel, Ani Widosari juga membuat aplikasi Member Cuanki untuk membantu pemasaran produk UMKM. Dua bulan berjalan, Member Cuanki kini sudah mengakomodir 300 produk UMKM. Ada dua katalog yang ditampilkan dalam aplikasi ini, yaitu Katalog Inyong Kuliner dan Katalog Inyong Kraft. Jika dibuka Katalog Inyong Kuliner akan muncul beragam kuliner, seperti keripik bayam, keripik paru,oyek singkong, abon ayam, klanting, marning jagung, hingga makanan tradisional seperti buntil, dadar gulung, lapis cetak, getuk goreng, kue ku, nagasari dan lain-lain.
Sedangkan jika dibuka Katalog Inyong Kraft, akan menampilkan beragam kerajinan seperti rantang bambu, keranjang anyaman, Tas Cikal, lulur, mug ecoprint, hingga berbagai batik dan sepatu. Semuanya sudah dilengkapi dengan foto produk dan harganya.
“Kita hanya scan barcode saja, kemudian akan muncul daftar 300 produk UMKM, lengkap dengan harga dan foto produk, serta nomor yang bisa dihubungi untuk melakukan pemesanan,” terangnya.
Untuk inovasi aplikasi Member Cuanki ini, juga melampaui target, karena awalnya Ani Widosari hanya mentargetkan 75 produk UMKM, namun berkat kerja keras tim efektif, berhasil menjaring 300 produk UMKM yang sudah melalui proses kurasi.
Lebih lanjut Ani Widosari menuturkan, saat ini UMKM Banyumas mulai menggeliat dan sudah terbangun semangat untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk. Dinnakerkop UKM Banyumas juga selalu membuka pintu lebar-lebar bagi pelaku UMKM yang ingin berkonsultasi ataupun belajar bersama tim pendamping terkait packaging produk dan lainnya.
Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas sektor, “Member Cuanki” menjadi bukti bahwa inovasi di tingkat daerah mampu menggerakkan roda ekonomi rakyat. Ke depan, program ini diharapkan terus berkembang, menjangkau lebih banyak pelaku UMKM dan membuka peluang pasar yang lebih luas, baik lokal maupun nasional.
Comments are closed.