BUMDes Kabul Ciptaku Langgongsari : Dari Kebun ke Kontainer Ekspor, Petani Sejahtera, Desa Berdaya
BERITA ADVETORIAL
METROJATENG.COM, BANYUMAS – Di tangan anak muda, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabul Ciptaku, Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas berhasil menghadirkan kesejahteraan untuk petani dan warga desa. Melalui berbagai usaha yang digawanginya, BUMDes menciptakan lapangan kerja, hingga peluang usaha dengan penghasilan yang lebih baik.
Bediri di Tahun 2015, BUMDes Kabul Ciptaku sempat mengalami fase sulit pada saat Covid 19. Dimana usaha agrowisata durian yang menjadi andalan pendapatan, tidak berjalan maksimal. Hingga saat pergantian kepengurusan di Tahun 2022, BUMDes hanya mengandalkan pendapatan dari jaringan air bersih dan internet. Usaha gula kristal yang ada juga tidak berjalan.
Ketua BUMDes Kabul Ciptaku, Akhmad Hariyanto mengatakan, awal ia menjabat sebagai ketua BUMDes, panen durian masih tidak bagus, karena pada lahan terdapat tanaman lain. Panen durian baru memperoleh hasil yang bagus pada Tahun 2023 yaitu mencapai 2 ton.
“Awal kepengurusan ini dihadapkan pada situasi yang cukup sulit. Namun, perlahan semua bisa kita urai, kebun durian mulai menghasilkan panen yang bagus dan produksi gula kristal kembali kita hidupkan,” tuturnya, dalam perbincangan bersama Metrojateng.com, Senin (30/6/2025).
Usaha gula kristal menjadi salah satu fokus BUMDes Kabul Ciptaku untuk dihidupkan kembali, mengingat ada kebun kelapa seluas 2 hektar yang dikelola BUMDes. Ari, sapaan Akhmad Hariyanto, mulai memperlajari berbagai kendala seputar usaha gula kelapa. Menurutnya, salah satu kendala yang perlu ditangani segera adalah karena tidak ada tenaga ahli yang mendampingi produksi.
“Kita kemudian bermitra dengan CV Javari yang sudah lama berkecimpung di dunia gula kristal. Hasilnya, tahun ini kita sudah melakukan ekspor gula kristal tiga kali,” ucapnya.

Suport Kelapa Genjah dan Pendampingan Petani
Kendala lain dalam menghidupkan usaha gula kristal, adalah permasalahan klasik, yaitu banyaknya kecelakaan kerja karena tingginya pohon kelapa yang harus dideres petani. Karenanya, BUMDes menyambut baik program kelapa genjah. Para petani diberikan bibit kelapa genjah dan dilakukan pendampingan serta pemantauan setiap bulan untuk mengetahui perkembangannya. Saat ini kelapa genjah yang ditanam sudah berusia 1 tahun dan bisa dideres saat usia 3,5 tahun.
“Awalnya memang agak sulit mengedukasi para petani, karena untuk bisa ekspor banyak persyaratan yang harus dipenuhi, terutama terkait kondisi lahan. Kemudian kita tawarkan bibit kelapa genjah, dengan syarat lahan harus dikosongkan dan hanya ada pohon kelapa saja, namun tetap kita lakukan pendampingan rutin,” terang Ari.
Seiring bergeliatnya kembali usaha gula kristal BUMDes Kabul Ciptaku ini, ada sekitar 80 petani yang bergabung, dan untuk pekerja pengolahan ada 25 orang warga, yang ditempatkan di bagian pengovenan, sortasi, pengayakan hingga packing dan lainnya.
Kerja keras BUMDes Kabul Ciptaku membuahkan hasil manis, dimana pada awal bulan Mei 2025 lalu, sebanyak 18,5 ton gula kristal diekspor ke Hongaria. Tak tanggung-tanggung, nilai ekspor ini mencapai 35 ribu USD, menjadi bukti nyata bahwa produk lokal desa mampu bersaing di pasar global. Momentum bersejarah ini dihadiri langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Susanto, dan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, serta anggota Komisi V DPR RI, Yanuar Arif Wibowo dan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono yang secara simbolis melepas pengiriman perdana ekspor tersebut.

Laporan Keuangan
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Ekonomi Desa Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Banyumas, Bastiar Dwi Haryatno mengatakan, BUMDes Kabul Ciptaku Langgongsari merupakan salah satu BUMDes yang telah berhasil meletakan pondasi usaha yang kuat. Sehingga hasilnya, bisa dinikmati oleh masyarakat desa serta menyumbang PADes cukup signifikan.
Hanya saja, lanjutnya, saat ini yang masih harus dilakukan pendampingan adalah dalam hal laporan keuangan. Mengingat sejauh ini, BUMDes Kabul Ciptaku masih melakukan laporan keuangan secara manual. Sesuai ketentuan dari Kemendes, laporan keuangan sudah harus menggunakan form dari BPKP, yaitu sudah menggunakan format excel.
Sehingga laporan keuangan lebih mudah dibaca, karena tujuan dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi terkait kinerja BUMDes selama periode tertentu, serta diketahui sumber kas masuk dan kas keluar dengan jelas.
Kisah sukses BUMDes Kabul Ciptaku Langgongsari bukan hanya tentang produksi gula atau panen durian, tapi tentang visi besar, yaitu membangun kemandirian desa dari bawah, oleh warga sendiri. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, desa pun bisa jadi pemain tangguh di pasar global.
Comments are closed.