Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Gagal Salur Bansos Sebagaian Teratasi, Lebih dari 405 Ribu Warga Sudah Terima Bantuan

METROJATENG.COM, JAKARTA – Kabar baik datang dari Kementerian Sosial RI. Masalah penyaluran bantuan sosial (bansos) yang sempat terganjal kini mulai terurai. Dari 768 ribu lebih keluarga penerima manfaat (KPM) yang sebelumnya gagal menerima bantuan karena kendala rekening, lebih dari 405 ribu keluarga kini sudah berhasil menerima haknya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan progres positif ini sebagai hasil kerja keras lintas pihak.

“Dari data sebelumnya, ada 768.381 KPM yang gagal salur. Alhamdulillah, kini 405.232 KPM sudah berhasil diproses dan menerima bantuan,” terangnya.

Menurut Gus Ipul, penyebab utama gagalnya penyaluran bansos adalah kendala administratif seperti perbedaan nama, rekening tidak aktif, atau data yang belum sinkron. Akibatnya, proses verifikasi dan koreksi memerlukan waktu serta koordinasi dengan banyak pihak, termasuk Himpunan Bank Negara (Himbara).

Meski begitu, Kemensos tak tinggal diam. Data yang bermasalah terus diperbaiki dan diverifikasi ulang. Bank-bank penyalur seperti BRI, Mandiri, dan BSI turut membantu mempercepat konfirmasi nomor rekening aktif hingga pembukaan rekening baru.

Bansos Juni–Juli, Rp1 Juta per KPM

Tak hanya menyelesaikan masalah gagal salur, Kemensos juga tengah menyalurkan bansos reguler plus penebalan bansos sebesar Rp200 ribu untuk bulan Juni dan Juli. Dengan skema ini, total bansos yang diterima mencapai Rp1 juta per KPM.

“Total sudah lebih dari 14 juta keluarga yang menerima bansos reguler dan penebalan,” ungkap Gus Ipul.

Berikut capaian penyaluran hingga kini:

  • KPM Program Keluarga Harapan (PKH): 8.042.979 keluarga (80,43%)

  • KPM Bansos Sembako/BPNT: 15.159.958 keluarga (82,95%)

Namun masih ada beberapa yang dalam proses:

  • 1,9 juta KPM PKH dan 2,7 juta KPM Sembako dalam tahap pembukaan rekening.

  • Sekitar 400 ribu KPM masih dalam tahap perbaikan data.

Menariknya, masyarakat kini bisa ikut mengawal dan memperbaiki data bansos melalui fitur Usul dan Sanggah di aplikasi Cek Bansos. Hingga Juni ini, tercatat:

  • 389.318 warga mengajukan usulan penerima baru

  • 5.453 warga mengajukan sanggahan atas penerima yang dianggap tidak layak

“Kami terbuka terhadap masukan masyarakat. Proses ini akan dikombinasikan dengan data dari dinas sosial dan desa untuk verifikasi lapangan,” tambah Gus Ipul.

Comments are closed.