Listrik Untuk Rakyat, PLN UP3 Purwokerto Ajak Petani Dieng Konversi ke Pompa Listrik
METROJATENG.COM, WONOSOBO – Komitmen Listrik untuk Rakyat terus diwujudkan PLN dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat. Tak hanya di perkotaan, PLN melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwokerto kini hadir di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, dengan inisiatif cerdas yang menyentuh langsung kehidupan petani. Salah satunya melalui program konversi sistem irigasi pertanian dari pompa diesel ke pompa listrik.
Langkah ini bukan hanya sekadar menghadirkan energi, tetapi juga menjadi solusi konkret bagi para petani kentang di Dieng yang selama ini bergantung pada pompa diesel yang boros, bising, dan mahal. Berkat konversi ini, petani kini dapat menikmati irigasi yang lebih hemat, efisien, dan ramah lingkungan.
Dieng, yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kentang nasional, memiliki tantangan geografis tersendiri karena berada di ketinggian lebih dari 2.000 mdpl. Akses terhadap air dan energi selama ini menjadi hambatan utama dalam pengelolaan lahan pertanian. Namun, kehadiran pompa listrik mulai mengubah situasi tersebut.
Salah satu petani, Taryo, mengaku sangat terbantu dengan pompa listrik. Menurutnya, biaya irigasi kini jauh lebih murah dibandingkan saat masih menggunakan solar. “Dulu bisa habis lebih dari satu juta rupiah per bulan hanya untuk beli solar. Sekarang sejak pakai listrik, biayanya hampir separuhnya. Pompa juga tidak bising dan tidak repot lagi beli bahan bakar,” ujarnya.

Manager PLN ULP Wonosobo, Ifran Defri, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk petani. Menurutnya, pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sehingga penting untuk terus diberdayakan melalui energi yang andal dan terjangkau.
“Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Jika ada kebutuhan dari petani yang bisa kami bantu, silakan sampaikan. PLN hadir untuk mendukung kemajuan sektor pertanian,” ungkapnya dalam kegiatan sosialisasi bersama petani setempat.
Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwokerto yang diwakili oleh Assistant Manager Niaga dan Pemasaran, Muhdam Azhar menjelaskan bahwa pihaknya terus mengkaji berbagai potensi layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, selain lebih hemat, pompa listrik juga unggul dalam hal operasional dan perawatan.
“Tidak perlu lagi ganti oli atau starter manual. Cukup nyalakan dengan saklar. Bahkan ke depan, bisa dikembangkan dengan sistem irigasi otomatis berbasis sensor,” jelasnya. Inisiatif konversi pompa ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi energi bukan hanya untuk industri dan kota besar. PLN membuktikan bahwa desa dan wilayah terpencil pun bisa merasakan manfaat energi modern.
Melalui program ini, PLN tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga membuka jalan bagi pertanian yang lebih berdaya saing. Para petani diharapkan dapat terus meningkatkan hasil panennya tanpa terbebani biaya operasional tinggi. Simulasasi biaya jika konversi menggunakan Pompa Listrik dibandingkan Pompa Diesel lebih hemat sekitar 30-40 % biaya operasional bulanan.
PLN mengajak seluruh petani di kawasan Dieng dan sekitarnya untuk beralih ke solusi pompanisasi listrik dan bersama-sama mewujudkan pertanian yang lebih tangguh, efisien, serta berkelanjutan, karena listrik bukan hanya soal energi, tapi soal harapan.
Comments are closed.