Pemprov Jateng Kerahkan 14 Pompa dan 8 Ekskavator untuk Atasi Rob di Pantura
METROJATENG.COM, DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus bergerak cepat mengatasi bencana rob yang merendam Jalan Pantura Semarang–Demak KM 9, tepatnya di depan pabrik Polytron, Sayung. Jalan utama yang vital bagi mobilitas dan logistik ini kembali dikepung rob, namun kini dilawan dengan kekuatan penuh: 14 pompa air dan 8 ekskavator dikerahkan ke lokasi.
Penambahan dua unit pompa terbaru yang dikirim dari Kudus dan BBWS menambah kekuatan armada pengering jalan. Dua unit ini segera ditempatkan di Kali Ngepreh Sayung dan akan difungsikan untuk mendorong air dari depan pabrik Polytron menuju Sungai Dombo Sayung. Totalnya kini ada 14 pompa aktif di area tersebut, dengan pembagian 8 pompa di sisi utara (jalur Semarang–Demak), milik BBWS dan BBPJN, yang terbukti efektif menyurutkan air dan 6 pompa di sisi selatan (arah Demak–Semarang), berasal dari Pusdataru, BPBD, dan BBWS.
Menurut Kepala Dinas Pusdataru Jateng, Henggar Budi Anggoro, opsi menyedot air ke sisi utara jalan sebenarnya memungkinkan, tetapi dibatalkan karena berisiko menimbulkan genangan di permukiman warga.
Tak hanya pompa, upaya besar juga dilakukan dengan pengerukan sedimentasi saluran air. Sebanyak delapan ekskavator diterjunkan di Sungai Dombo Sayung untuk menormalisasi daya tampung air. Titik-titik pengerukan mencakup sekitar pintu air Penceng, Jembatan Sayung Kulon, Jembatan pintu air Ngepreh ke arah hulu dan hilir, serta Kolam Sriwulan di sisi hilir.
Pengerukan ini adalah bagian dari proyek besar jangka panjang, yakni pembangunan Giant Sea Wall Sayung, yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini dan akan mulai difungsikan pada 2026. Tanggul laut raksasa ini diharapkan menjadi solusi permanen dalam menahan terjangan rob yang tiap tahun semakin meluas akibat penurunan muka tanah dan perubahan iklim.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Hanung Triyono, menegaskan pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pengerukan sedimentasi di sepanjang jalur pantura yang terdampak rob.
“Kita tidak hanya menunggu air surut, tapi menjemput solusi,” tegas Hanung.
Comments are closed.