Erosi Sungai Mangu Kian Parah, Bupati Magelang Minta BBWSO Pasang Bronjong
METROJATENG.COM, MAGELANG – Ancaman erosi Sungai Mangu yang kian menggerus lahan warga Desa Pagersari, Kecamatan Mungkid, membuat Bupati Magelang Grengseng Pamuji turun langsung ke lokasi. Sungai yang berhulu dari Gunung Merbabu ini dilaporkan telah memakan hampir 20 meter lahan selama dua dekade terakhir, hingga kini tinggal menyisakan jarak satu meter dari jalan desa.
Melihat kondisi yang memprihatinkan ini, Bupati Grengseng langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO). Ia meminta agar BBWSO segera menyiapkan bronjong, struktur penahan tanah dari batu yang dibungkus kawat baja untuk meredam laju abrasi yang semakin mendekati permukiman warga.
“BBWSO siap memberikan bantuan bronjong sebagai hibah, namun pengerjaannya akan kita serahkan kepada masyarakat melalui gotong royong,” ujar Bupati.
Langkah cepat Bupati ini disambut antusias oleh warga. Sekretaris Desa Pagersari, Eva Dwi Hariadi, menjelaskan bahwa abrasi sungai telah berlangsung lama dan kini semakin mengkhawatirkan. Ia juga menyampaikan bahwa Forum Genre sebelumnya sudah membantu dengan aksi tanam pohon di tepi tebing sebagai bentuk penahan alami.
“Sekarang jaraknya hanya tinggal satu meter dari jalan. Kehadiran Bupati dan upaya cepat ini sangat berarti bagi kami. Warga siap bekerja bersama-sama untuk memasang bronjong demi keamanan lingkungan,” kata Eva.
Bupati juga memastikan bahwa dalam waktu dekat, tim teknis dari BBWSO akan melakukan survei dan pengukuran kebutuhan bronjong di titik-titik kritis. Pemerintah desa akan menerima hibah material dari BBWSO, sedangkan pengerjaan fisiknya akan dilakukan oleh warga dengan semangat gotong royong khas pedesaan.
“Langkah ini penting untuk menjaga akses jalan dan keselamatan warga. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama mengatasi masalah ini,” tegas Bupati Grengseng.
Comments are closed.