Dari Jemur Gabah ke Teknologi Canggih, Sawangan Bersinar dengan Beras Premium
METROJATENG.COM, MAGELANG – Di tengah perbukitan sejuk Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, sebuah revolusi senyap tengah terjadi. Sawangan kini punya cerita baru. Bukan lagi cerita petani menjemur gabah di bawah terik matahari, melainkan kisah tentang mesin canggih yang mengubah nasib butiran padi.
Di balik kemajuan ini, berdiri Koperasi Produsen Gatos Bumi Jawi. Mereka tak lagi menggantungkan harapan pada cuaca. Dengan teknologi vertical dryer, gabah yang biasanya butuh waktu seminggu untuk kering, kini hanya butuh 12 jam. Masuk mesin, keluar siap giling.
“Kalau dulu, menjemur itu drama. Pagi-pagi panas, eh siangnya hujan. Sekarang tinggal pencet tombol,” ujar Handono, Ketua Koperasi, sambil tersenyum.
Mesin ini bukan main-main. Bisa menampung 6 ton gabah sekali jalan, mengeringkan hingga kadar air tinggal 13 persen. Bahkan, blower di dalamnya mampu memisahkan gabah yang kosong dan yang padat berisi. Hanya yang terbaik yang akan jadi beras.
Tak berhenti di situ, ada pula mesin sortir warna. Hasilnya? Beras merah yang warnanya seragam dan beras mentik wangi susu yang putih bersih, layaknya produk premium dari supermarket kelas atas.
Kualitas beras pun melonjak. Beras patah berkurang drastis, tinggal 5 persen dari total produksi. Harga beraspun ikut naik. Beras organik mentik wangi susu kini dihargai Rp21.000 per kilogram, sedangkan beras biasa IR 64 berada di kisaran Rp13.500–Rp14.000 per kilogram.
“Yang merah kami kirim ke Tegal, lainnya ke Jakarta, Surabaya, Semarang, sampai Yogya. Sisanya, laku keras di Magelang sendiri,” tambah Handono.
Comments are closed.