Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Program Electrifying Agriculture PLN, Mantapkan Produksi Susu BBPTU Baturraden Menjadi Icon Banyumas

METROJATENG.COM, BANYUMAS – Deretan sapi di Farm Tegalsari Baturraden yang terlihat sehat dan gemuk, memadati area kandang yang tampak bersih. Peternakan sapi yang berlokasi di Kabupaten Banyumas ini sudah ada sejak tahun 1953. Memasuki usia 70 tahun, Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden telah bertransformasi menjadi peternakan modern yang menjadi icon Baturraden.

Lokasi BBPTU meliputi lima area, yaitu Farm Tegalsari,  Limpakuwus, area Farm Kambing Perah, area Munggangsari yang berada di kawasan Baturraden. Serta area Farm Manggala yang berlokasi di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok. Area baru seluas 100 ha ini berada di ketinggian 700 mdpl dan sejak 2013 dimanfaatkan sebagai peternakan.

“Dulu semua masih dikerjakan secara manual, melibatkan banyak tenaga manusia dan masih menggunakan genset untuk beberapa aktivitas di kandang, seperti penyimpanan susu dan lainnya. Tetapi sekarang semua sudah menggunakan listrik, mulai dari scraper untuk pembersihan kotoran sapi, mesin otomatis pemerah, cooling unit 24 jam atau mesin pendingin susu, mesin chopper, mesin pengolah kompos hingga penerangan”, kata Kepala BBPTU Baturraden, drh Sintong HMT Hutasoit, Kamis (28/12/2023).

Ada 2.200 ekor sapi perah yang diperlihara di BBPTU dan sebanyak 1.200 diantaranya berada di Farm Manggala. Sapi-sapi ini rata-rata menghasilkan 20-25 liter susu per hari per ekor. Dalam satu hari rata-rata sapi yang diperah sekitar 800 ekor.

“Bisa dibayangkan kalau semua masih secara manual, berapa banyak pekerja yang dibutuhkan untuk memerah sapi setiap harinya, belum lagi untuk membersihkan kandang, mengolah kotoran sapi, menyiapkan makanan sapi dan lainnya. Sehingga keberadaan PLN yang memberikan suplai listrik kepada kami sangat bermanfaat dan meringankan para pekerja, sekaligus juga menghemat waktu”, ucap Sintong.

Caption Foto : Manager Farm Tegalsari, drh. Imawan Daru Prasetya memeriksa peralatan pemerah susu sebelum diperguanakan. (Foto : Hermiana)

 

Program Electrifying Agriculture

Melalui program Electrifying Agriculture (EA) PLN, BBPTU mengajukan pasang baru daya 66 KVA dan 197 KVA ke PT PLN (Persero) Area Purwokerto. Pemasangan instalasi baru ini sekaligus menggantikan mesin-mesin genset, selanjutnya genset hanya digunakan sebagai cadangan jika sewaktu-waktu listrik padam.

Sintong memaparkan, untuk cooling unit penyimpanan susu harus dioperasikan selama 24 jam, karena suhu susu harus dijaga pada 5 derajat celcius, supaya tidak rusak. Kemudian untuk mesin chopper pencacah rumput, digunakan memproduksi 60 ton per hari.

“Sewaktu masih menggunakan genset, kita membutuhkan 150 liter solar per hari untuk operasional alat-alat di kandang. Selain biaya operasional lebih besar, genset juga terkadang tidak stabil, sehingga berpotensi merusak peralatan, belum lagi pengoperasiannya harus ditunggui untuk memantau BBM. Karenanya kita sangat terbantu dengan PLN yang merespon cepat pengajuan pemasangan instalasi lisrik baru kita”, terangnya.

Program EA PLN juga mempermudah BBPTU dalam proses pemerahan susu. Manager Farm Tegalsari, drh. Imawan Daru Prasetya mengatakan, untuk pemerahan susu sapi membutuhkan waktu 5-8 menit tiap ekornya. Saat ini pemerahan susu sudah menggunakan mesin, untuk satu kali pemerahan di Farm Tegalsari bisa langsung 8 ekor sapi.

Tidak hanya efisien waktu dan tenaga, hasil pemerahan susu sapi menggunakan mesin juga lebih higienis, karena susu langsung dialirkan ke pipa masuk ke cooling. Sehingga tidak ada campur tangan manusia serta meminimalisir masuknya bakteri.

“Kalau dulu sebelum pakai mesin, hasil perahan susu ditampung di ember, baru dikumpulkan. Sekarang semua lebih cepat, efisien dan higienis”, ucapnya.

Caption Foto : Sapi di Farm Tegalsari rutin dilakukan pemeriksaan kesehatan. (Foto : Hermiana)

 

Berbagai kemudahan aktivitas kendang ini tak lepas dari campur tangan PLN. Melalui program EA, PLN benar-benar hadir di tengah masyarakat, menjawab kebutuhan mereka akan listrik, mendorong pemanfaatan energi listrik supaya semua jenis usaha tumbuh lebih pesat. Sepanjang tahun 2023 hingga bulan November, program EA PLN ini sudah merambah kepada 352 pelanggan dengan total daya 6,3 MW.

“Semua pemohon, baik swasta, pemerintah ataupun mandiri yang mengajukan pemohonan pasang baru ataupun tambah daya, akan kita berikan pelayanan yang terbaik. Kita akan bantu dari sisi kelistrikan dengan suplai jaringan dan akan kita arahkan supaya pilihan pemohon tepat sesuai dengan kebutuhannya”, jelas  Asisten Manager Pemasaran dan Pelatanan Pelanggan PT PLN (Persero) Area Purwokerto, Ferry Fernando.

Bersama program EA PLN, BBPTU Baturraden terus bertumbuh dan semakin memantapkan diri menjadi icon Baturraden. Dan Banyumas patut berbangga memiliki area peternakan ala New Zeland yang mensuplai kebutuhan susu masyarakat.

 

Comments are closed.