Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Banyumas Tuntaskan Kemiskinan Ekstrim dengan Penanganan Holistik dan Parsial

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas optimis bisa menuntaskan kemiskinan ektrim pada 60 desa tahun depan. Selain terus melakukan verifikasi dan validasi data (verval), Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya juga melakukan penanganan secara holistik dan parsial.

Kepala Dinsospermasdes Kabupaten Banyumas, Arif Triyanto S.Sos mengakatan, sesuai dengan arahan dari Pj Bupati Banyumas, pengentasan kemiskinan ektrim harus dilakukan secara holistik dan parsial. Mengingat, bantuan yang diberikan berupa sembako ataupun perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sanitasi, jambanisasi dan lainnya, tanpa disertai dengan ketersediaan lapangan kerja, pastinya lambat-laun akan menciptakan kembali kemiskinan.

“Semua komponen sudah kita intervensi, dengan gotong-royong melibatkan banyak pihak, mulai dari OPD, Baznas serta pihak BUMN ataupun swasta lainnya. Tetapi harus juga disertai dengan upaya penanganan holistik, tidak hanya parsial semata”, terangnya, Sabtu (21/10/2023).

Arif menyebut, berdasarkan data yang ada, anggota rumah tangga yang masuk kategori miskin ektrim justru paling besar dari kalangan usia produktif. Artinya, usia produktif membutuhkan solusi lain, dari sekedar bantuan parsial. Tetapi yang dibutuhkan adalah solusi yang berkelanjutan.

Lebih lanjut kepala Dinsospermasdes ini menyampaikan, salah satu wilayah yang kemiskinan ektrimnya tinggi yaitu Desa Watu Agung, Kecamata Tambak. Sebagian besar warga di wilayah tersebut merupakan buruh tani dan dari sisi geografis, wilayah Watu Agung berada di dataran tinggi, perbatasan antara Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen.

“Desa Watu Agung sangat luas, namun angka kemiskinan ektrimnya cukup tinggi. Sebagian sawah yang menjadi penopang hidup warganya merupakan sawah tadah hujan. Sehingga bantuan yang diberikan kepada masyarakat harusnya yang berkelanjutan”, tuturnya.

 

Kerja Ekstra Keras

Terpisah, anggota DPRD Banyumas, drg Andrias Kartikosari menyampaikan, butuh kerja yang ektra keras dari semua stakeholder untuk bisa mencapai target 0 persen kemiskinan ektrim tahun depan. Selain verval yang valid dan update, juga diperlukan gotong-royong, saling bahu-membahu supaya bisa menuntaskan kemiskinan ektrim.

Anggota DPRD Banyumas, drg Andrias Kartikosari. (Foto : Dok.Andrias)

 

“Tahun ini tinggal tersisa beberapa bulan saja, sementara masih banyak PR yang harus diselesaikan, salah satunya adalah kemiskinan ekstrim. Ini bukan hal yang mudah, tetapi bukan hal yang tidak mungkin juga, sepanjang kita semua mau bekerja ektra keras”, ucapnya.

Wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengaku kerap menjumpai kemiskinan ektrim, saat turun ke lapangan. Menurutnya, kondisi masyarakat yang masuk kategori miskin ektrim memang membutuhkan campur tangan pemerintah yang berkelanjutan. Bukan hanya sekedar memperbaiki rumah supaya layak huni saja, tetapi mereka juga membutuhkan lapangan pekerjaan, permodalan, pendidikan dan lainnya.

Comments are closed.