Bukan Sekadar Bantuan, Kunjungan JNE dan WarEk Semarang Hadirkan Kebahagiaan bagi Oma-Opa
METROJATENG.COM, SEMARANG – Senyum dan suasana hangat menyambut kedatangan rombongan JNE Cabang Semarang bersama Forum Wartawan Ekonomi (WarEk) Semarang di Panti Wredha Rindang Asih II, Jalan Ismail

, Bongsari, Semarang. Bagi para oma dan opa yang tinggal di panti tersebut, kunjungan ini bukan sekadar menerima bantuan, tetapi juga menjadi momen merasakan perhatian dan kebersamaan.
Kehadiran para tamu membawa warna tersendiri di tengah rutinitas para penghuni panti. Kepedulian yang diwujudkan melalui penyerahan bantuan uang itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional panti sekaligus mendukung perawatan para lansia.
Kepala Cabang Utama JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak acara yang dijadwalkan pada 26 mendatang.
Menurut dia, kegiatan ini berawal dari inisiatif teman-teman wartawan ekonomi yang ingin berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. JNE kemudian turut berkolaborasi untuk mewujudkan kepedulian tersebut.
“Harapan kami, bantuan ini bisa sedikit membantu operasional panti dan memberikan manfaat bagi oma-opa yang tinggal di sini,” ujarnya.
Wahyu menjelaskan, JNE juga rutin menggelar kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan kepada panti-panti di bawah yayasan yang sama. Kali ini, kolaborasi bersama WarEk Semarang menjadi upaya untuk memperluas manfaat sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para penghuni panti.
Bagi para oma dan opa, perhatian semacam ini memiliki makna tersendiri. Di usia senja, kehadiran orang-orang yang datang untuk menyapa, berbagi, dan menunjukkan kepedulian menjadi pengingat bahwa mereka tetap mendapat perhatian dari lingkungan sekitar.
45 Tahun Merawat Lansia
Sekretariat Panti Wredha Rindang Asih II, Nanda Putri Listia Hayu, mengapresiasi kunjungan dan bantuan yang diberikan JNE bersama WarEk Semarang. Ia berharap kepedulian berbagai pihak dapat terus mengalir agar pelayanan bagi para penghuni panti tetap berjalan dengan baik.
Panti yang telah berdiri selama 45 tahun tersebut saat ini menampung 25 oma dan opa, dari kapasitas maksimal 30 orang. Dengan demikian, masih tersedia lima tempat bagi calon penghuni yang memenuhi persyaratan.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pengelola mengandalkan dukungan para donatur dan pemerhati panti. Kebutuhannya tidak sedikit, mulai dari bahan pangan, perlengkapan kebersihan, hingga obat-obatan dan popok bagi penghuni yang memerlukannya.
“Untuk kebutuhan sehari-hari, kami memerlukan sembako seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan gula pasir. Selain itu, ada kebutuhan deterjen, sabun mandi, pelembut pakaian, obat-obatan, hingga popok,” kata Nanda.
Berbagai kebutuhan tersebut harus dipenuhi secara berkelanjutan. Karena itu, bantuan yang diterima, baik berupa uang maupun barang, sangat membantu pengelola menjaga keberlangsungan pelayanan.
Nanda menjelaskan, kontribusi bulanan bagi penghuni ditetapkan sebesar Rp1,5 juta. Namun, pembayaran tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi keluarga masing-masing.
Sebelum menerima penghuni, pihak panti terlebih dahulu berkomunikasi dengan keluarga dan membuat kesepakatan mengenai tanggung jawab selama lansia tinggal di sana. Keluarga juga tetap dilibatkan ketika penghuni sakit maupun meninggal dunia.
Bagi pengelola, merawat para lansia bukan hanya tentang memastikan kebutuhan makan, kebersihan, dan kesehatan terpenuhi. Ada tanggung jawab besar untuk menjaga kenyamanan mereka dalam menjalani hari-hari di masa senja.
Di tengah kebutuhan yang terus berjalan, dukungan dari para donatur menjadi salah satu penopang penting bagi panti. Kolaborasi JNE Cabang Semarang dan WarEk Semarang pun menjadi bagian dari kepedulian tersebut.
Lebih dari nilai bantuan yang diserahkan, kunjungan ini membawa pesan sederhana bahwa berbagi tidak selalu harus dalam jumlah besar. Meluangkan waktu untuk hadir, menyapa, dan memberi perhatian juga dapat menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
Sebab, bagi para oma dan opa, masa senja bukan hanya tentang tempat tinggal dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Perhatian, kehangatan, dan kebersamaan juga menjadi bagian penting agar mereka tetap merasa dihargai dan tidak sendirian. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.