Petani Merbabu Mulai Jemur Tembakau, Harga Diharapkan Tembus Rp100 Ribu per Kilo
METROJATENG.COM, MAGELANG – Musim panen tembakau kembali menghidupkan aktivitas di lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang. Sejak beberapa hari terakhir, para petani mulai menjemur daun tembakau hasil panenan di bawah teriknya matahari, berharap kualitas terbaik mampu mendongkrak harga jual seperti tahun lalu.
Darman, petani asal Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, mengaku musim ini memberi harapan besar. “Harusnya harga bagus karena kualitas daun juga bagus. Panennya lancar, hampir tanpa hama, dan cuaca panas sekarang justru mendukung pengeringan,” ungkapnya.
Harga tembakau rajang kering saat ini bervariasi. Petani berharap bisa menembus Rp100 ribu per kilogram, sama seperti musim lalu. Sementara itu, harga daun basah masih di kisaran Rp4.000 per kilogram, tergantung kualitas.
Panen tahun ini dilakukan bertahap dengan memetik dua lembar daun setiap kali. Cara ini diyakini menjaga mutu tembakau dan memudahkan proses pengeringan. “Kalau langsung banyak, kualitasnya bisa turun,” tambah Darman.
Data Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Magelang mencatat, luas tanaman tembakau pada 2025 meningkat menjadi 3.430 hektare, naik dari 3.250 hektare tahun lalu. Produktivitas tembakau rajangan pada 2024 mencapai 7.015 kilogram per hektare, dengan harga jual kering berkisar Rp60.000 hingga Rp100.000 per kilogram.
Kabid Perkebunan Distanpan Magelang, Widiarto Tri Saksono, menilai potensi panen tahun ini masih bisa bertambah, terutama dari lahan sawah yang belum seluruhnya ditanami. Pihaknya juga menyalurkan bantuan berupa pupuk, benih, papan rigen untuk penjemuran, hingga oven pengering.
“Oven itu disiapkan agar saat hujan tiba, petani tidak lagi bergantung penuh pada sinar matahari,” jelas Widiarto. Ia menambahkan, sebagian petani sawah menanam varietas Madura yang berumur pendek agar bisa mengejar masa panen dengan wilayah lain.
Dengan cuaca yang mendukung dan dukungan sarana dari pemerintah, petani di lereng Merbabu kini menaruh harapan besar: harga tembakau bisa tetap manis, sebanding dengan kerja keras yang mereka curahkan di ladang.
Comments are closed.