Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Ditarget Rampung Akhir 2026, PLN Kebut Listrik 23 Tower SUTT di Kawasan KEK Kendal

METROJATENG.COM, SEMARANG – Ambisi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal untuk terus menarik investasi mendapat dukungan dari penguatan infrastruktur kelistrikan. PT PLN kini mengebut pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV KEK Kendal dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kendal Incomer yang ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap hingga akhir 2026.

Penguatan jaringan listrik ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan KEK Kendal menghadapi pertumbuhan industri dan masuknya tenant baru. Sebab, bagi investor, ketersediaan listrik bukan sekadar kebutuhan operasional, tetapi menjadi salah satu penentu utama sebelum menanamkan modal dan mengembangkan bisnis.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Ferdyan Hijrah Kusuma, Kamis(3/9/2026, di Semarang,  mengatakan proses pembangunan saat ini terus dikejar. Pengadaan lahan yang sebelumnya menjadi salah satu tahapan penting proyek telah menunjukkan perkembangan signifikan.

“Untuk pengadaan lahan gardu induk serta transmisi, alhamdulillah dengan dukungan stakeholder dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk tapak tower dan juga gardu induk sudah bisa dikonstruksi semua,” ujar Ferdyan saat jumpa bersama media se-Jawa Tengah di Semarang, Kamis (3/9).

Menurutnya, seluruh tapak tower yang dibutuhkan untuk pembangunan transmisi telah dapat memasuki tahap konstruksi. PLN kini masih menyelesaikan proses kompensasi yang berkaitan dengan administrasi serta koordinasi dengan pemerintah pusat.

Proyek tersebut ditargetkan rampung pada penghujung tahun ini. PLN berharap penguatan pasokan listrik tersebut dapat segera mengimbangi pertumbuhan tenant di kawasan industri Kendal.

“Intinya adalah menyuplai dan mendukung kelistrikan di KEK Kendal. Sehingga ketika ketersediaan listriknya semakin baik, tenant yang berinvestasi di sana semakin banyak,” katanya.

Ferdyan menilai penguatan listrik akan memberikan efek berantai bagi perekonomian daerah. Ketika pasokan energi semakin siap, peluang masuknya investasi baru terbuka lebih lebar. Selanjutnya, investasi akan mendorong kebutuhan tenaga kerja dan berbagai usaha pendukung di sekitar kawasan.

“Kami targetkan proyek ini akan selesai di akhir tahun ini, sehingga kawasan ekonomi Kendal semakin segera melesat terkait dengan pertumbuhan tenant-nya,” ujarnya.

Infrastruktur yang dibangun PLN bukan berupa pembangkit listrik baru di dalam kawasan. Pasokan akan diperoleh melalui jaringan transmisi yang sudah ada dengan skema tapping, kemudian dialirkan menuju GI 150 kV KEK Kendal.

“Untuk proyek ini kami menyambungkan dari transmisi eksisting. Jadi tidak ada pembangkit yang ditaruh di Kendal. Kami hanya menyambungkan listrik dari jalur transmisi eksisting,” jelas Ferdyan.

Jaringan tersebut terintegrasi dengan sistem kelistrikan Jawa-Bali. Dengan sistem interkoneksi ini, listrik yang masuk ke kawasan industri berasal dari sistem kelistrikan yang saling terhubung sehingga mendukung keandalan pasokan.

Dari sisi kapasitas, GI 150 kV KEK Kendal akan diperkuat dengan empat trafo yang masing-masing berkapasitas 60 Mega Volt Ampere (MVA). Sementara untuk jaringan transmisinya, PLN membangun 23 tower SUTT 150 kV Kendal Incomer yang akan melakukan tapping dari SUTT 150 kV Weleri-Kaliwungu.

Penguatan sistem seperti ini bukan kali pertama dilakukan PLN untuk menopang kawasan industri. Skema serupa juga telah diterapkan di kawasan industri lainnya, termasuk Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.

Menurut Ferdyan, kebutuhan infrastruktur listrik berkapasitas besar akan semakin penting seiring bertambahnya kawasan industri dan masuknya sektor-sektor baru ke Indonesia. Salah satunya adalah pusat data atau data center yang membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar sekaligus tingkat keandalan tinggi.

“Data center mulai banyak masuk ke Indonesia sehingga PLN mesti siap dalam suplai listriknya,” katanya.

Selain KEK Kendal, PLN juga tengah memperkuat sistem kelistrikan di Nalumsari, Kabupaten Jepara. Pembangunan GI 150 kV Nalumsari ditujukan untuk memperluas suplai dan meningkatkan keandalan listrik bagi masyarakat.

Selama ini, kebutuhan listrik wilayah tersebut masih ditopang jaringan tegangan menengah 20 kV. Kehadiran gardu induk baru diharapkan memberikan kapasitas dan alternatif pasokan yang lebih kuat.

“Tujuannya untuk memperluas suplai listrik yang lebih andal, sehingga masyarakat di sekitar mendapatkan suplai listrik yang lebih baik,” ujar Ferdyan.

Dengan percepatan pembangunan tersebut, PLN tak hanya mengejar tersedianya listrik untuk kawasan industri, tetapi juga menyiapkan sistem kelistrikan Jawa Tengah agar mampu mengikuti pertumbuhan ekonomi. Di Kendal, jaringan listrik dipersiapkan menjadi fondasi bagi masuknya investasi baru; sementara di Jepara, penguatan jaringan diarahkan untuk memastikan kebutuhan listrik masyarakat terus terpenuhi secara andal. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.