Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Terima Penghargaan Sebagai Politisi Penggerak Ekonomi Kerakyatan dari Hipka Jateng

0

METROJATENG.COM, SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, SPi MSi menerima penghargaan Lifetime Achievement Hipka Jateng dari Himpunan Pengusaha Kahmi Jawa Tengah, sebagai Politisi Penggerak Ekonomi Kerakyatan di Jawa Tengah, pada Safari Ramadan Hipka di di Hotel Gets Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah Sabtu (8/4).

Ferry dinilai memilki kepedulian terhadap ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah.

Seperti diketahui, sejumlah upaya yang dilakukan untuk menggerakan Ekonomi Kreatif (Ekraf) seperti, terlibat langsung bersama anak- anak muda kreatif Banjarnegara,Purbalingga dan Kebumen membuat film dan lagu dengan nuansa kearifan lokal.

Ferry bahkan langsung terjun terlibat langsung menjadi pemain bahkan menjadi Executive produser.

” Kreatifitas anak-anak muda pembuatan film dan lagu berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pengembangan Ekonomi kreatif,” kata dia beberapa waktu lalu.

Selain itu, perkembangan masyarakat sudah mulai menggunakan media sosial, pihaknya mendorong agar ada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Sektor UMKM dan ekonomi kreatif harus mendapatkan porsi lebih dari pemerintah.

Bahkan, seluruh wilayah di Jateng dapat terakses internet, mendorong terwujudnya desa digital. Di masing-masing desa harus ada ada spot center digital untuk kegiatan ekonomi kreatif. Juga mendorong literasi dunia digital, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif sudah melek digital.

Dilatih memasarkan, bertransaksi dengan dunia digital. Melatih menggunakan kata kunci, dihubungkan dengan sektor lain. Ini perlu pelatihan dan dorongan.

Ferry juga mendorong selain UMKM, Desa Wisata juga mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Ketika sebuah desa sudah memiliki tiga komponen yakni memiliki potensi wisata, minat dan kesiapan masyarakat terhadap pengembangan destinasi wisata setempat dan keunikan konsep desa wisata, maka yang dibutuhkan kemudian adalah adanya keterbukaan, bersatu dan kekompakan.

” Ada banyak manfaat dari pengembangan desa wisata ini. Selain mendongkrak perekonomian warga, juga membantu menjaga kelestarian budaya daerah dan nasional serta lingkungan hidup,” kata dia.

Sementara, penghargaan juga diberikan kepada Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Penggerak Utama Perekonomian UMKM Jateng, Prof Dr Gunarto, SH, MH (Inisiator dan Motivator Pendirian Hipka di Jateng), Prof Muhammad Nur (Inventor & Penggerak Ekonomi Perdesaan Jawa Tengah), Dr dr Masrifan Djamil, MPH, MMT (koordinator Presidium Jawa Tengah, Akselarator Gerakan Kahmi menjadi Wirausaha), Dr Muhammad Haris, SS, M.Si (Tokoh Inkubator Pesantrenpreneur di Jateng), dan Bambang Raya Saputra (tokoh Penggerak Ekonomi Petani di Jateng).

” Atas penghargaan ini, saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Himpunan Pengusaha Kahmi Jateng. Penghargaan ini juga, saya berikan untuk masyarakat Jateng khususnya anak- anak muda kreatif, pelaku UMKM dan para pelaku desa wisata, yang berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Kami juga siap mendukung Hipka Jateng,” kata Ferry Wawan.

Hal senada dikatakan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen yang hadir mewakili Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Menurutnya, pihaknya mendukung Himpunan Pengusaha Kahmi (Hipka) terus memajukan ekonomi syariah di Indonesia.

Selain perekonomian, Hipka juga diharapkan menjadi salah satu sarana untuk syiar agama bagi masyarakat.

Dicontohkannya, kemampuan Nabi Muhammad SAW yang hadir bukan hanya sebagai Rasulullah, namun juga sebagai pakar ekonomi.

”Kalau kita bicara dakwah Islam tidak terlepas dari ekonomi. Bagaimana perjuangan Rasulullah yang juga berlatar belakang sebagai pakar ekonomi. Bukan hanya di perdagangan, tapi juga di peternakan,” kata Gus Yasin.

Pihaknya, mengajak seluruh anggota Hipka agar semakin fokus pada ekonomi syariah. Apalagi, ekonomi syariah telah dilirik oleh banyak negara, sehingga berpotensi besar meningkatkan perekonomian di Indonesia.

Salah satu faktor yang disoroti pemerintah Jawa Tengah adalah wisata halal. Saat ini, pemerintah telah menyiapkan faktor penunjang dari hulu hingga ke hilir.

Mulai dari penyembelihan secara halal, hingga ke wisata kuliner yang mampu menjamin mutu halalan thayyiban. Dia ingin Hipka bisa turut andil dalam hal tersebut.

”Kami mengimbau kepada seluruh anggota Hipka agar senantiasa menyisihkan rezeki untuk zakat, infak, sedekah (ZIS). Karena kita bicara ekonomi, pasti ada 2,5 persen yang diperuntukkan fakir miskin. Artinya, untuk penanggulangan kemiskinan. Tidak hanya maju sendiri, akan tetapi maju bersama-sama. Ini yang diharapkan dari pemerintah, baik Jawa Tengah maupun pusat, dan itu juga yang diamanatkan oleh agama kita,” ungkapnya.(hen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.