METROJATENG.COM, WONOSOBO- Sebanyak 200 siswa madrasah di Kabupaten Wonosobo mengikuti pelatihan English Public Speaking untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri menghadapi persaingan global.
Kegiatan bertajuk Madrasah Berdaya: Penguatan English Public Speaking di Era Digital tersebut diinisiasi Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan H. Wibowo Prasetyo dan diselenggarakan Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Jumat (7/8/2026).
Pelatihan yang berlangsung di MAN 1 Wonosobo itu menghadirkan para dosen Program Studi Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional sebagai pengajar sekaligus mentor. Peserta berasal dari MAN 1 Wonosobo, MAN 2 Wonosobo, MTsN 1 Wonosobo, dan MTsN 2 Wonosobo.
Para peserta dibagi menjadi empat kelas agar mendapatkan kesempatan praktik berbicara di depan publik secara lebih intensif. Selain memperoleh materi, siswa juga mengikuti latihan presentasi, pidato, diskusi, serta berbagai kegiatan untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri menggunakan bahasa Inggris.
Anggota Komisi VIII DPR RI H. Wibowo Prasetyo mengatakan, madrasah kini semakin dipercaya masyarakat karena mampu memadukan pendidikan karakter, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai keagamaan.
“Kepercayaan masyarakat kepada madrasah terus meningkat. Tantangan kita berikutnya adalah memastikan lulusan madrasah memiliki kompetensi global. Kemampuan English Public Speaking menjadi salah satu bekal penting agar anak-anak madrasah mampu menyampaikan gagasan, mengikuti kompetisi internasional, memperoleh beasiswa, hingga menjadi pemimpin masa depan yang percaya diri,” ujar Wibowo, legislator Dapil Jawa Tengah VI.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Amin Suyitno mengapresiasi pelatihan tersebut sebagai bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Madrasah harus terus melahirkan generasi yang unggul dalam karakter sekaligus memiliki kemampuan berkomunikasi di tingkat global. Penguasaan bahasa Inggris dan keterampilan public speaking merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin terbuka,” kata Suyitno.
Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama RI Prof. Dr. Nyayu Khodijah menegaskan, penguatan kemampuan nonakademik atau soft skills harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akademik di madrasah.
“Kami ingin madrasah tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian menyampaikan ide, berpikir kritis, mampu berkolaborasi, dan percaya diri tampil di ruang-ruang nasional maupun internasional. Public speaking dalam bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi yang sangat relevan untuk membentuk profil lulusan madrasah yang berdaya saing global,” ujar Nyayu.
Kepala Program Studi Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional Dr. Siti Tuti Alawiyah menjelaskan, seluruh materi pelatihan dirancang berbasis praktik agar peserta tidak sekadar memahami teori, tetapi juga berani berkomunikasi di depan publik.
“Belajar bahasa tidak cukup hanya memahami tata bahasa. Yang lebih penting adalah membangun keberanian untuk berkomunikasi. Karena itu, para dosen kami mendampingi peserta secara langsung melalui latihan presentasi, pidato, diskusi, hingga simulasi berbicara di depan audiens. Semakin sering berlatih, semakin tumbuh rasa percaya diri mereka,” jelasnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo Edi Sungkowo mengatakan, pelatihan tersebut menjadi motivasi bagi madrasah di Wonosobo untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Program ini membuka ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi yang selama ini mungkin belum tergali. Kami berharap kemampuan komunikasi internasional menjadi salah satu keunggulan lulusan madrasah di Kabupaten Wonosobo, sehingga mereka mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Amin Handoyo, Kepala MAN 1 Wonosobo Sunaryo, Kepala MAN 2 Wonosobo Warsam, Kepala MTsN 1 Wonosobo Abdul Malik, Kepala MTsN 2 Wonosobo Eko Widodo, Ketua Komite MAN 1 Wonosobo Basir, serta para guru pendamping.
Kegiatan Madrasah Berdaya: Penguatan English Public Speaking di Era Digital menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia madrasah melalui kolaborasi antara DPR RI, Kementerian Agama, dan perguruan tinggi.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya semakin terampil menggunakan bahasa Inggris, tetapi juga memiliki keberanian tampil, kemampuan berpikir kritis, dan kepercayaan diri untuk menjadi generasi madrasah yang mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter kebangsaan.(ris)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.