Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Kolaborasi OJK Jateng dan Undip Dukung Pengembangan Sektor Jasa Keuangan

 

METROJATENG.COM, SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendorong lahirnya berbagai riset dan inovasi yang mendukung pengembangan sektor jasa keuangan di Jawa Tengah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo dan Rektor Universitas Diponegoro Suharnomo di Gedung Widya Puraya, Kampus Undip Tembalang, Senin (3/8).

Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi OJK memperluas edukasi keuangan melalui sinergi dengan kalangan akademisi. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus agen perubahan yang mampu menjangkau masyarakat luas.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo mengatakan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak bisa dilakukan oleh regulator semata. Dibutuhkan kolaborasi dengan perguruan tinggi agar edukasi keuangan semakin efektif dan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi dengan Universitas Diponegoro, kami berharap edukasi keuangan dapat menjangkau masyarakat lebih luas sekaligus mendorong lahirnya berbagai kajian dan inovasi yang mendukung pengembangan sektor jasa keuangan serta pembangunan ekonomi daerah. Sinergi ini juga diharapkan mampu memperkuat pelindungan konsumen dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Hidayat.

Menurut Hidayat, kemampuan masyarakat dalam memahami produk dan layanan keuangan menjadi modal penting untuk meningkatkan kesejahteraan. Masyarakat yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih bijak dalam mengelola keuangan, memilih produk jasa keuangan, hingga menghindari berbagai risiko penipuan maupun investasi ilegal.

Ia menambahkan, hasil Survei Bank Dunia menunjukkan bahwa negara-negara dengan tingkat pendapatan tinggi umumnya memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang juga tinggi.

“Karena itu, upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan harus terus dilakukan secara kolaboratif agar masyarakat semakin mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat, memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara optimal, serta terlindungi dari berbagai risiko di sektor jasa keuangan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Diponegoro Suharnomo menilai kerja sama ini akan membuka ruang yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor keuangan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan Nota Kesepahaman, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Nota kesepahaman tersebut mencakup pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, peningkatan literasi dan inklusi keuangan termasuk keuangan syariah, program magang mahasiswa, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pertukaran data dan informasi, hingga pengembangan ekonomi dan keuangan daerah.

Melalui kolaborasi ini, OJK berharap berbagai hasil penelitian dari kalangan akademisi dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan maupun pengembangan sektor jasa keuangan yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan Indonesia tercatat mencapai 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan sebesar 80,51 persen. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan survei sebelumnya, namun OJK menilai masih diperlukan upaya berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat dan risikonya.

Melalui sinergi ini, OJK Provinsi Jawa Tengah dan Universitas Diponegoro berkomitmen menghadirkan berbagai program edukasi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat guna memperkuat sektor jasa keuangan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.