BPJS Kesehatan Gandeng Media Perkuat Edukasi JKN
Fokus Perluas dan Tingkatkan Kualitas Layanan
METROJATENG.COM, SEMARANG– Setelah lebih dari satu dekade menghadirkan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, BPJS Kesehatan kini memasuki babak baru. Fokusnya bukan lagi sekadar memperluas jumlah peserta, tetapi memastikan setiap peserta memperoleh layanan yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Debbie Nianta Musigiasari, saat Media Gathering BPJS Kesehatan Cabang Semarang di Semarang, Kamis (30/7). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan media memiliki posisi strategis sebagai mitra dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Media menjadi jembatan informasi antara BPJS Kesehatan dan masyarakat. Kami berharap rekan-rekan media dapat terus menyampaikan informasi yang benar sehingga masyarakat memahami hak, kewajiban, serta berbagai kemudahan layanan yang kami sediakan,” kata Debbie.
Menurutnya, wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Semarang yang meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Demak telah mencapai Universal Health Coverage (UHC). Namun, tantangan berikutnya adalah menjaga agar peserta tetap aktif sehingga perlindungan kesehatan dapat dinikmati secara berkesinambungan.
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, BPJS Kesehatan terus memperluas layanan digital. Melalui aplikasi Mobile JKN, peserta kini dapat mengambil antrean secara daring, mengubah data kepesertaan, memperoleh informasi layanan, hingga mengakses berbagai administrasi tanpa harus datang ke kantor cabang.
Selain itu, layanan administrasi melalui WhatsApp PANDAWA juga dapat dimanfaatkan selama 24 jam setiap hari untuk memudahkan peserta mengurus berbagai keperluan kepesertaan.
“Harapan kami masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk mengurus administrasi. Hampir seluruh layanan kini dapat diakses secara digital sehingga lebih praktis dan efisien,” ujarnya.
BPJS Kesehatan juga terus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Saat ini tingkat keaktifan peserta Prolanis masih sekitar 65 persen, sementara target yang ingin dicapai mencapai 85 persen.
Karena itu, BPJS Kesehatan bersama Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan tingkat pertama terus melakukan edukasi agar peserta, khususnya yang memiliki risiko diabetes melitus dan hipertensi, aktif mengikuti pemeriksaan rutin, mengonsumsi obat secara teratur, serta berpartisipasi dalam kegiatan Prolanis.
“Program ini bukan hanya membantu mengendalikan penyakit kronis, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup peserta karena mereka memiliki ruang untuk berolahraga dan bersosialisasi,” jelasnya.
Di sisi lain, Debbie memastikan hingga kini belum ada perubahan besaran iuran maupun sistem kelas bagi peserta mandiri. Bagi peserta yang memiliki tunggakan, BPJS Kesehatan tetap menyediakan Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) sebagai solusi agar kepesertaan dapat kembali aktif.
Ke depan, transformasi layanan juga akan diperkuat melalui penerapan teknologi pengenalan wajah (face recognition) sebagai sistem verifikasi identitas peserta. Teknologi ini diharapkan mempercepat proses pelayanan sekaligus meningkatkan keamanan data dan mencegah penyalahgunaan identitas.
“Pelayanan kesehatan harus semakin mudah diakses tanpa mengurangi aspek keamanan. Karena itu kami terus melakukan inovasi agar pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, aman, dan setara bagi seluruh peserta,” tutur Debbie.
Menutup kegiatan tersebut, Debbie mengajak insan media untuk terus menjadi mitra dalam menyebarluaskan informasi yang akurat mengenai Program JKN. Menurutnya, literasi masyarakat yang baik akan mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara tepat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Program JKN. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.