109 Ribu Warga Terlayani Program Speling, Setya Arinugraha Dorong Layanan Dokter Spesialis Keliling Terus Diperkuat
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendapat apresiasi karena dinilai mampu memperluas akses layanan kesehatan hingga ke pelosok desa. Hingga pertengahan 2026, program tersebut telah melayani lebih dari 109 ribu warga di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugraha, meminta agar pelaksanaan program Speling tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus disempurnakan. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan, ketersediaan dokter spesialis, serta kelengkapan peralatan medis menjadi faktor penting agar manfaat program semakin dirasakan masyarakat.
“Program ini berhasil mendekatkan layanan dokter spesialis kepada masyarakat desa yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit. DPRD akan terus mendorong agar dukungan anggaran, regulasi, dan fasilitas medis semakin diperkuat sehingga pelayanan dapat berjalan secara berkelanjutan,” tuturnya.
Ia menilai kehadiran Speling telah membantu masyarakat yang sebelumnya terkendala biaya maupun akses transportasi untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan spesialis. Karena itu, evaluasi rutin terhadap kualitas layanan perlu terus dilakukan agar pelayanan semakin efektif.
Setya Ari juga mengapresiasi pelaksanaan Speling di Kabupaten Banyumas yang dinilai mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Salah satunya terlihat saat layanan digelar di Klinik NU Medika Cilongok pada awal Juli 2026.

Antusiasme Warga Ikuti Speling
Dalam kegiatan tersebut, warga memperoleh berbagai layanan kesehatan gratis dari dokter spesialis RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo bersama tenaga kesehatan setempat. Pemeriksaan yang diberikan meliputi poli umum, poli gigi, rawat jalan, pemeriksaan gula darah, kolesterol, hingga layanan rontgen paru.
Antusiasme serupa juga tampak saat RSUD Banyumas menggelar Speling di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen. Program yang pertama kali hadir di wilayah tersebut menarik minat ratusan warga yang ingin memanfaatkan layanan kesehatan spesialis tanpa harus datang ke rumah sakit.
Tim medis yang dipimpin Wakil Direktur Pelayanan RSUD Banyumas, dr. Novita Sabjan, M.M., menghadirkan sejumlah dokter spesialis, mulai dari spesialis paru, bedah anak, kesehatan jiwa, hingga kebidanan dan kandungan (obgyn). Selain konsultasi medis, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan USG, fisioterapi, rontgen, hingga pelayanan farmasi.
Pelaksanaan kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan, kepolisian, Puskesmas Kemranjen 2, serta pemerintah desa setempat.
Salah seorang warga Desa Sirau, Naematul Muawanah, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan gratis tersebut.
“Saya mengikuti Speling di poli obgyn secara gratis dari RSUD Banyumas,” katanya.
Sejak diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Maret 2025, Program Speling terus berkembang sebagai salah satu inovasi pelayanan kesehatan berbasis jemput bola. Pada Oktober 2025, layanan ini semakin diperkuat melalui inovasi Speling Melesat dan TB Express yang dilengkapi fasilitas rontgen dada portabel (X-Ray Portable) untuk mempercepat deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah hingga 24 Juni 2026, Program Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.320 kali di 1.310 desa dan kelurahan. Total penerima manfaat mencapai 109.304 orang, terdiri atas 84.325 warga pada 2025 dan 24.979 warga sepanjang 2026 hingga pertengahan tahun.
Setiap pelaksanaan Speling menghadirkan lima layanan dokter spesialis dasar, yakni penyakit dalam atau paru, kebidanan dan kandungan, kesehatan anak, kesehatan jiwa, serta didukung layanan laboratorium dasar dan pemeriksaan kesehatan gigi.
Melihat capaian tersebut, Setya Arin menegaskan, DPRD Jawa Tengah akan terus mengawal pengembangan Program Speling agar pelayanan semakin merata, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Menurutnya, pemetaan kebutuhan dokter spesialis di setiap daerah perlu dilakukan agar jenis layanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, pengaturan jadwal tenaga kesehatan juga harus diperhatikan agar pelayanan di rumah sakit tetap berjalan optimal.
“Lebih dari 109 ribu masyarakat telah merasakan manfaat Program Speling. Ini menjadi bukti bahwa layanan kesehatan spesialis hingga tingkat desa memang sangat dibutuhkan. Ke depan kami akan terus mengawal evaluasi program ini, termasuk pemerataan layanan ke wilayah terpencil serta peningkatan kualitas dan pemeliharaan peralatan medis agar manfaatnya semakin besar bagi masyarakat,” pungkasnya.(**)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.