Teh Tawar Kian Diminati, Ahli Gizi Sebut Lebih Sehat dan Efektif Kendalikan Berat Badan
METROJATENG.COM, SEMARANG – Kebiasaan masyarakat Indonesia mengonsumsi teh manis perlahan mulai bergeser. Sejumlah praktisi kesehatan menilai tren minum teh tanpa gula kini semakin populer karena dinilai lebih aman bagi tubuh dan berperan dalam menekan risiko penyakit kronis.
Teh selama ini menjadi minuman yang akrab di berbagai momen, mulai dari sarapan hingga menemani aktivitas harian. Namun, penambahan gula yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan asupan kalori, memicu obesitas, dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Karena itu, teh tawar dianggap pilihan yang lebih sehat.
Berbeda dengan teh manis yang bisa mengandung 2–6 sendok gula per gelas, teh tawar hampir tidak memiliki kalori tambahan. Kondisi ini membantu mengontrol berat badan dan mengurangi penimbunan lemak, terutama di area perut. Kebiasaan ini juga disebut cocok bagi mereka yang sedang diet atau ingin menjaga berat badan tetap stabil.
Selain itu, teh tanpa gula tidak menimbulkan lonjakan glukosa darah setelah dikonsumsi. Kondisi ini penting untuk mencegah resistensi insulin yang berujung pada diabetes tipe 2. Karena itu, teh tawar dinilai lebih aman bagi penderita diabetes maupun individu dengan risiko tinggi.
Konsumsi gula berlebihan diketahui berkontribusi pada tekanan darah tinggi, kolesterol, dan peradangan pembuluh darah. Dengan memilih teh tanpa gula, kandungan antioksidan di dalam teh dapat bekerja menjaga kesehatan pembuluh darah serta menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan hipertensi.
Tidak hanya itu, pengurangan gula juga membuat ginjal tidak bekerja terlalu keras untuk membuang kelebihan glukosa dari tubuh. Hal ini membantu menjaga fungsi ginjal dalam jangka panjang.
Teh tawar juga dinilai lebih ramah untuk kesehatan gigi dan mulut. Tidak adanya gula membuat bakteri penyebab plak dan gigi berlubang tidak berkembang pesat, sekaligus membantu mengurangi bau mulut.
Dari aspek kecantikan, konsumsi teh tanpa pemanis membantu menurunkan risiko peradangan kulit, jerawat, dan wajah kusam. Kandungan antioksidan teh juga membantu tubuh melawan radikal bebas penyebab penuaan dini serta menjaga hidrasi kulit.
Kurangi Risiko Perlemakan Hati
Perlemakan hati nonalkohol (Non-Alcoholic Fatty Liver Disease/NAFLD) banyak dipicu oleh pola makan tinggi gula dan minuman manis. Dengan memilih teh tanpa gula, produksi dan penumpukan lemak di hati dapat ditekan sehingga risiko gangguan fungsi hati menurun.
Meski kaya manfaat, ahli kesehatan mengingatkan agar konsumsi teh tidak berlebihan, idealnya 3–4 gelas per hari. Kandungan kafein dan tanin dalam teh berpotensi menyebabkan gangguan tidur atau masalah pencernaan jika diminum berlebihan, terutama pada malam hari. Untuk relaksasi sebelum tidur, teh herbal tanpa kafein lebih disarankan.
Tren minum teh tanpa gula dinilai mampu mendorong masyarakat mengurangi konsumsi gula harian. Bagi yang belum terbiasa, ahli menyarankan mengurangi jumlah gula secara bertahap hingga lidah kembali terbiasa dengan rasa alami teh.
Comments are closed.