Investor Pasar Modal Jateng Tembus 3,19 Juta, Didominasi Generasi Muda yang Makin Melek Investasi
METROJATENG.COM, SEMARANG – Tren investasi di pasar modal terus menunjukkan geliat positif di Jawa Tengah. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan, jumlah investor di provinsi ini telah mencapai 3,19 juta orang hingga akhir Juni 2026. Angka tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah investor terbesar keempat di Indonesia.
“Menariknya, mayoritas investor bukan berasal dari kalangan berusia matang, melainkan generasi muda. Sebanyak 82,97 persen investor di Jawa Tengah berusia di bawah 40 tahun. Fakta ini menunjukkan, investasi kini semakin akrab dengan kalangan mahasiswa, pekerja muda, hingga profesional yang mulai menjadikan pasar modal sebagai instrumen untuk membangun masa depan, ” kata Kepala Unit Edukasi Layanan Jasa Investor KSEI, Abdul Azis Albakkar saat menggelar sosialisasi dan edukasi pasar modal di Semarang, Selasa (21/7/2026), bersama BEI dan KPEI
Ia mengatakan tingginya jumlah investor muda menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar modal nasional. Selain menunjukkan meningkatnya literasi keuangan, kondisi tersebut juga menjadi peluang untuk menciptakan investor yang lebih cerdas dan berorientasi jangka panjang.
“Dari total investor di Jawa Tengah, Kota Semarang menjadi daerah dengan jumlah investor terbanyak, yakni 198.180 investor atau sekitar 6,21 persen dari keseluruhan investor di provinsi ini,” ucapnya.
Secara nasional, pertumbuhan pasar modal juga terus melaju. Hingga Juni 2026, jumlah investor Indonesia mencapai 28,96 juta, meningkat 42,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Seiring melonjaknya jumlah investor, KSEI juga memperkuat infrastruktur digital agar aktivitas investasi semakin mudah, aman, dan transparan.
Salah satunya melalui The Central Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST) yang menjadi tulang punggung administrasi pasar modal, mulai dari pencatatan efek, pembukaan Sub Rekening Efek, distribusi aksi korporasi, hingga penyelesaian transaksi. Hingga Juni 2026, sistem tersebut telah mengelola aset senilai Rp7.495 triliun.
Di sektor reksa dana, KSEI mengoperasikan S-INVEST, sistem administrasi investasi yang mencatat Asset Under Management (AUM) sebesar Rp983 triliun dengan 2.496 produk investasi.
Tak hanya mengembangkan sistem, KSEI juga menghadirkan berbagai layanan yang memberi perlindungan dan kemudahan bagi investor. Mulai dari Single Investor Identification (SID) sebagai identitas tunggal investor, AKSes KSEI untuk memantau portofolio investasi secara daring, hingga eASY.KSEI yang memungkinkan pemegang saham mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) secara elektronik.
Inovasi terbaru lainnya adalah CORES.KSEI, platform digital yang menyederhanakan proses Know Your Customer (KYC). Dengan sistem ini, data investor cukup diverifikasi satu kali sehingga tidak perlu mengulang pengisian dokumen saat membuka rekening investasi di perusahaan efek lain.
Sementara untuk transaksi reksa dana, KSEI menghadirkan K-CASH yang memanfaatkan Investor Fund Account Unit (IFUA). Melalui layanan ini, investor dapat memantau pergerakan dana secara lebih transparan selama proses transaksi berlangsung.
Melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan media, Galeri Investasi, perusahaan efek, dan komunitas investor di Jawa Tengah, KSEI berharap literasi pasar modal semakin meningkat. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan tidak hanya tertarik berinvestasi, tetapi juga mampu mengenali manfaat, risiko, serta terhindar dari berbagai modus investasi ilegal yang masih marak terjadi.
Di tengah perkembangan teknologi dan semakin mudahnya akses investasi, peningkatan literasi keuangan menjadi kunci agar pertumbuhan jumlah investor sejalan dengan kualitas keputusan investasi.
Hadir dalam acara sisialusasi tersebu Marcelino Candra Wijaya Unit Komunikasi dan informasi publik KPEI, Zulrasyidi Amin, Kepala Unit Komunikasi dan Informatika SIPF setra Jepala BEI Ssemarang Fany Rifqi. (*)
(*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.