BYD Lirik Potensi Jawa Tengah, Penjualan Naik Empat Kali Lipat dalam Setahun
BYD Percepat Edukasi Teknologi DM
METROJATENG.COM, SEMARANG – Pertumbuhan minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi di Jawa Tengah semakin menarik perhatian produsen otomotif global. PT BYD Motor Indonesia bahkan menilai provinsi ini berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Indonesia.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan Jawa Tengah memiliki posisi strategis, baik dari sisi pasar maupun pengembangan ekosistem industri pendukung kendaraan elektrifikasi.
Menurutnya, saat ini penjualan BYD memang masih didominasi wilayah Jabodetabek. Namun tren pertumbuhan mulai menyebar ke berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah yang menunjukkan perkembangan cukup signifikan.
“Jawa Tengah merupakan wilayah yang sangat penting. Selain memiliki basis industri yang kuat, daerah ini juga menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi,” ujarnya di sela kegiatan Tech Culture Fest yang digelar BYD di Semarang, Rabu (17/6/2026).
Eagle mengungkapkan kontribusi Jawa Tengah terhadap penjualan nasional BYD meningkat cukup pesat. Jika sebelumnya hanya berkisar 2 persen, kini telah mencapai sekitar 8 persen.
Peningkatan tersebut dinilai menjadi indikator bahwa kesadaran masyarakat terhadap teknologi ramah lingkungan dan efisiensi energi semakin tinggi.
“Kami melihat permintaan terhadap kendaraan elektrifikasi terus meningkat. Karena itu kami berharap semakin banyak kolaborasi dengan pelaku usaha lokal untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Jawa Tengah,” katanya.
BYD juga mengaku telah memiliki hubungan yang cukup panjang dengan Jawa Tengah. Sejak 2022, perusahaan telah bekerja sama dengan sejumlah mitra di Magelang sebagai bagian dari pengembangan jaringan dan ekosistem bisnis di Indonesia.

Bagi BYD, elektrifikasi tidak hanya ditujukan untuk pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga menjadi solusi mobilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.
Karena itu, perusahaan terus memperluas jaringan showroom dan layanan purnajual ke berbagai wilayah. Saat ini ekspansi tidak hanya berfokus pada kota-kota besar, tetapi juga menyasar kota lapis kedua dan ketiga.
“Teknologi untuk semua orang merupakan filosofi yang kami pegang. Kami ingin memastikan masyarakat di berbagai daerah memiliki akses yang sama terhadap teknologi kendaraan masa depan,” ujar Eagle.
Pada kesempatan yang sama, BYD memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM), teknologi yang mengombinasikan motor listrik dan mesin bensin untuk menghasilkan efisiensi energi yang lebih optimal.
Teknologi tersebut diposisikan sebagai solusi transisi bagi masyarakat yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar konvensional menuju kendaraan elektrifikasi tanpa harus mengubah pola penggunaan kendaraan secara drastis.
Menurut Eagle, platform DM akan menjadi fondasi bagi berbagai model kendaraan BYD di masa mendatang.
“Ini bukan sekadar sebuah model kendaraan, tetapi platform teknologi yang akan menghadirkan lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan konsumen Indonesia,” katanya.
BYD memilih menghadirkan teknologi DM melalui BYD M6, model yang sebelumnya telah sukses menjadi salah satu MPV listrik terlaris di Indonesia.
Kendaraan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia yang menginginkan kenyamanan, efisiensi, dan fleksibilitas dalam satu paket kendaraan.
Antusiasme pasar terhadap teknologi tersebut dinilai cukup tinggi. Banyak konsumen yang sebelumnya menggunakan kendaraan bermesin bensin mulai mempertimbangkan beralih ke teknologi DM karena efisiensi bahan bakar yang ditawarkan.
Bahkan menurut Eagle, sebagian besar pemesan awal kendaraan DM berasal dari pengguna kendaraan konvensional yang ingin menekan biaya operasional tanpa kehilangan kenyamanan berkendara.
Untuk memperkenalkan kemampuan teknologi tersebut, BYD menggelar Media Challenge dengan melibatkan sejumlah jurnalis dari berbagai media nasional dan daerah.
Kegiatan dimulai dari showroom BYD HAKA Semarang menuju Salatiga hingga kawasan kaki Gunung Merbabu dengan total jarak perjalanan sekitar 150 kilometer.
Selama perjalanan, peserta diajak merasakan langsung performa kendaraan dalam berbagai kondisi jalan, mulai dari lalu lintas perkotaan, jalan tol, hingga medan menanjak.
Head of Public and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat mengenai perkembangan teknologi kendaraan elektrifikasi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi ini bukan hanya bisa dibicarakan di atas kertas. Masyarakat perlu merasakan langsung bagaimana efisiensi, kenyamanan, dan performanya dalam penggunaan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Luther, media memiliki peran penting dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai teknologi baru yang masih terus berkembang.

“Kami berharap informasi yang disampaikan media dan para kreator konten dapat membantu masyarakat lebih memahami manfaat kendaraan elektrifikasi,” katanya.
Sementara itu Walikota Semarang dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Semarang, Puput Widyatmoko Hadi Nugroho memberikan apresiasi kepada BYD Indonesia.
Dijelaskan sepanjang 2025, BYD membukukan penjualan lebih dari 44.000 unit kendaraan di Indonesia. Sementara pada kuartal pertama 2026, penjualan telah melampaui 12.000 unit dan menempatkan BYD sebagai salah satu merek kendaraan listrik dengan penjualan tertinggi di Indonesia.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa indonesia menjadi pasar penting dalam transformasi industri kendaraan listrik global, dan Jawa Tengah muncul sebagai salah satu wilayah yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan baru di sektor tersebt. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.