BI Jateng Gelar UMKM Grande 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
METROJATENG.COM, SEMARANG — Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah kembali mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah melalui gelaran UMKM Grande 2026 yang resmi dibuka di Mal Paragon Semarang, Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 11 Mei tersebut menjadi panggung promosi sekaligus penguatan kapasitas UMKM agar semakin siap bersaing di era global.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho mengatakan, UMKM Grande merupakan pengembangan dari program UMKM Gayeng yang telah berjalan sejak 2019. Tahun ini, BI Jateng menghadirkan konsep yang lebih luas dengan fokus pada penguatan daya saing dan perluasan akses pasar internasional.
Mengangkat tema “Tumbuh Tangguh dan Mendunia”, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM Jawa Tengah menjadi lebih adaptif, inovatif, dan memiliki orientasi ekspor.
“UMKM tidak hanya dituntut bertahan, tetapi juga harus mampu berkembang dan menjadi pemain di pasar global. Jawa Tengah memiliki banyak produk unggulan yang layak bersaing secara internasional,” ujar Noor Nugroho.
Ia menjelaskan, konsep “Grande” merepresentasikan empat fokus utama pengembangan UMKM, yakni Green, Industry, Digital, dan Export. Keempat pilar tersebut dinilai penting untuk membentuk ekosistem usaha yang modern, ramah lingkungan, berbasis teknologi, dan memiliki daya saing tinggi.
Sebagai bagian dari upaya membuka akses pasar internasional, BI Jateng juga mempertemukan pelaku UMKM dengan calon buyer dari sejumlah negara ASEAN melalui agenda business matching. Program ini diharapkan mampu memperluas peluang ekspor produk lokal.
Sebanyak 90 UMKM dari berbagai sektor meramaikan UMKM Grande 2026, mulai dari kuliner, fesyen dan wastra, kriya, furnitur, home decor, hingga kopi lokal unggulan.
Beragam kegiatan turut disiapkan untuk menarik minat masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Di antaranya workshop pangan dan ekonomi sirkular, edukasi keuangan dan sistem pembayaran, talkshow, fashion show, kompetisi kopi, fotografi, serta video promosi produk UMKM.
Tak hanya itu, BI Jateng juga menghadirkan Sustainability Hub sebagai sarana edukasi ekonomi hijau. Area ini menampilkan berbagai praktik usaha berkelanjutan, termasuk pengolahan limbah plastik, pertanian ramah lingkungan, dan simulasi penghitungan emisi karbon.
Kolaborasi BI Jateng bersama OJK dan perbankan juga diwujudkan melalui program “Aku Bisa Sejahtera” yang menyediakan layanan konsultasi keuangan, edukasi kredit, perlindungan konsumen, hingga literasi pembayaran digital.
Menjawab tren pemasaran modern, UMKM Grande 2026 turut menghadirkan live selling bersama afiliator guna membantu pelaku UMKM memperluas pasar melalui platform digital.
Di sektor wastra dan kriya, BI Jateng bersama Dekranasda Jawa Tengah menggelar Semarak Jateng 2026 yang menghadirkan talkshow dan fashion show produk unggulan daerah.
Sementara pada sektor kopi, kompetisi Sedulur Racik Kopi Grande kembali digelar setelah mendapat respons positif pada penyelenggaraan sebelumnya. Kompetisi tersebut menghadirkan barista nasional hingga internasional sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri kopi lokal.
“Melalui UMKM Grande, kami ingin membangun kepercayaan diri pelaku usaha bahwa produk lokal memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar dunia,” pungkas Noor Nugroho. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.