Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

KKNT UNDIP Hadirkan Solusi Energi Ramah Lingkungan Lewat Biogas di Purworejo

 

 

METROJATENG.COM, PURWOREJO- Tim 36 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pengoperasian biogas hasil biodigester berbasis kotoran sapi yang telah dibangun sebelumnya di Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dilakukan di rumah salah satu warga, Pak Januar, sebagai bentuk uji fungsi sekaligus pendampingan pemanfaatan biogas untuk kebutuhan energi rumah tangga.

Pengoperasian biodigester dilakukan secara langsung bersama pemilik rumah oleh mahasiswa Tim 36 KKNT UNDIP, yakni Muhammad Kemal A., Muh. Raffi Djaduk Baskoro, Naufal Zuhdi Nur Arifin, Muh. Raffi Rayendra Ichsan, Fikri Alam Yazid, dan Benaya Matius Marpaung. Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan setelah pembangunan fisik biodigester rampung, dengan fokus pada aspek operasional, keselamatan, dan pemanfaatan biogas secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Tahap awal pengoperasian diawali dengan pengecekan manometer yang terpasang pada sistem biodigester. Mahasiswa menjelaskan bahwa manometer berfungsi sebagai indikator kesiapan biogas sebelum dialirkan ke kompor. Ketika jarum penunjuk berada pada rentang angka 30 hingga 100, tekanan biogas dinyatakan optimal dan siap digunakan untuk kebutuhan energi rumah tangga.

Penandaan indikator tersebut diperkenalkan agar masyarakat dapat dengan mudah memahami kondisi biodigester tanpa harus bergantung pada istilah teknis yang rumit. Tim KKNT juga menekankan pentingnya pengecekan manometer secara rutin sebagai langkah awal menjaga keamanan dan keberlanjutan sistem biogas.

Setelah indikator menunjukkan kondisi optimal, proses dilanjutkan dengan pengoperasian kompor berbasis biogas. Aliran gas dibuka secara bertahap hingga api menyala stabil dengan warna biru, yang menandakan proses pembakaran berlangsung sempurna dan aman. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa turut mendampingi Pak Januar dalam mengatur bukaan katup gas agar nyala api tetap konstan dan nyaman digunakan.

 

 

Pengatur bukaan katup gas agar nyala api tetap konstan dan nyaman digunakan. Foto : ist/metrojateng.com

 

 

Biogas yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan langsung untuk memasak kebutuhan sehari-hari sebagai uji aplikasi nyata dari sistem biodigester. Pemanfaatan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar konvensional seperti LPG, sekaligus mengoptimalkan pengelolaan limbah kotoran sapi yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal.

Selain pendampingan teknis, Tim 36 KKNT UNDIP juga memberikan edukasi terkait aspek administrasi dan keberlanjutan pengelolaan biodigester. Salah satu anggota tim, Naufal Zuhdi Nur Arifin, menyampaikan pentingnya pencatatan sederhana, mulai dari jumlah bahan baku kotoran sapi yang dimasukkan, frekuensi penggunaan biogas, hingga potensi penghematan biaya energi rumah tangga.

Menurutnya, pencatatan administrasi yang rapi dapat membantu masyarakat menilai manfaat ekonomi penggunaan biogas secara lebih terukur. Data tersebut juga dapat menjadi dasar pengembangan pemanfaatan lanjutan, seperti penggunaan slurry sebagai pupuk organik atau pengelolaan biodigester secara kolektif oleh kelompok ternak desa.

Pak Januar menyambut positif kegiatan uji operasi biogas tersebut. Ia mengaku pendampingan dari mahasiswa sangat membantu dalam memahami cara membaca indikator tekanan, menentukan waktu penggunaan biogas yang tepat, serta memastikan pengoperasian yang aman.

“Untuk ukuran biodigester 4 meter kubik ini, menurut saya sudah cukup membantu kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Bisa dipakai untuk memasak tanpa harus terus bergantung pada gas LPG, dan limbah ternak juga jadi lebih bermanfaat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Tim 36 KKNT UNDIP berharap biodigester yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh masyarakat Desa Tangkisan. Integrasi aspek teknis, keselamatan, dan administrasi pengelolaan diharapkan mampu menjadikan biodigester sebagai solusi pengelolaan limbah ternak sekaligus sumber energi alternatif yang aman, ekonomis, dan ramah lingkungan.(ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.