Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Sharp Perkuat Pendidikan Vokasi, 25 Siswa SMKN 3 Karawang Ikuti Program Sharp Class

METROJATENG.COM KARAWANG  – Sinergi antara dunia industri dan pendidikan kembali diperkuat. PT Sharp Electronics Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan SMKN 3 Karawang melalui program pendidikan vokasi Sharp Class, sebagai langkah konkret menjawab tantangan kesenjangan kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar pada 26 Januari 2026 ini menjadi tonggak kolaborasi berkelanjutan antara Sharp dan institusi pendidikan vokasi. Kegiatan tersebut turut disaksikan Pengawas Pembina SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, H. Chaerudin, S.Pd., M.M., sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan link and match pendidikan dan industri.

Customer Satisfaction Head Division PT Sharp Electronics Indonesia, Lise Tiasanty, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa Sharp Class merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam membangun SDM unggul.

“Melalui Sharp Class, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang benar-benar sesuai standar industri. Siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung dengan kurikulum yang dirancang berbasis kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Sebanyak 25 siswa terpilih akan mengikuti program ini selama dua bulan. Materi pembelajaran difokuskan pada kompetensi teknis Air Conditioner (AC), sektor yang memiliki peluang kerja besar di bidang elektronik dan layanan teknis. Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pembekalan soft skill, mulai dari komunikasi profesional, pelayanan pelanggan, etika kerja, hingga wawasan kewirausahaan.

Kepala SMKN 3 Karawang, Dra. Ade Mardiah Hayati, M.Pd., menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, keterlibatan langsung praktisi industri memberikan nilai tambah signifikan bagi siswa dalam memahami budaya dan standar kerja profesional.

Sejak diluncurkan pada 2012, Sharp Class telah hadir di 24 SMK di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, dan Padang. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 893 siswa, dengan 83 di antaranya direkrut menjadi karyawan Sharp Indonesia. Selebihnya berkiprah di perusahaan lain maupun membangun usaha mandiri.

Melalui ekspansi program ini, Sharp berharap dapat terus memperluas kontribusinya dalam memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia, sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam transformasi pendidikan vokasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan. (*)

Comments are closed.