Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Anggota MPR RI Sosialisasikan 4 Pilar di Desa Pamijen, Tekankan Merawat Alam sebagai Wujud Ketakwaan

METROJATENG.COM, BANYUMAS – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII, H. Wastam SE, SH, MH, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Pamijen, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Selasa (9/12/2025). Dalam kegiatan tersebut, Wastam menegaskan pentingnya merawat dan melestarikan lingkungan hidup sebagai bentuk pengamalan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari.

Bertempat di aula balai desa, kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga setempat. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap penguatan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai simbol komitmen bersama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI merupakan program berkelanjutan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan agar tetap relevan dan kontekstual dengan tantangan zaman, termasuk isu lingkungan hidup.

Mengusung tema “Merawat Alam Menjaga Indonesia”, sosialisasi kali ini menekankan pengamalan Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, dalam relasi manusia dengan alam sebagai ciptaan Tuhan. Dalam paparannya, Wastam menegaskan bahwa, nilai Ketuhanan tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam sikap dan perilaku manusia terhadap lingkungan.

“Menjaga alam adalah bagian dari pengamalan iman. Ketika kita merawat lingkungan, kita sedang menjalankan amanah Tuhan untuk menjaga ciptaan-Nya,” ujar H. Wastam.

Ia menjelaskan, berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini, seperti kerusakan hutan, pencemaran air, dan penumpukan sampah, tidak lepas dari melemahnya kesadaran moral dan spiritual manusia. Oleh karena itu, Pancasila harus menjadi landasan etika dalam bersikap, termasuk dalam memperlakukan alam.

Caption Foto : Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII, H. Wastam SE, SH, MH menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Pamijen, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. (Foto : Dok. Tim Wastam).

 

Edukatif dan Partisipatif

Agar mudah dipahami, kegiatan sosialisasi dikemas secara komunikatif dan partisipatif melalui pemaparan materi, pemutaran video edukatif, serta dialog interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan berbagi pandangan terkait peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta, Agus Sumarko, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam menanamkan kesadaran cinta alam.

“Menjaga lingkungan harus dimulai dari rumah. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi plastik sekali pakai, dan mengenalkan anak pada alam sangat berpengaruh bagi masa depan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, H. Wastam mengapresiasi pandangan peserta dan menegaskan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Ia mendorong agar nilai kepedulian terhadap lingkungan menjadi budaya bersama yang berakar pada kesadaran spiritual dan kebangsaan.

Menutup kegiatan, H. Wastam berharap Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak berhenti pada tataran pemahaman, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku nyata dalam kehidupan masyarakat.

“Menjaga alam berarti menjaga masa depan bangsa. Jika nilai Ketuhanan Yang Maha Esa benar-benar kita hayati, maka merawat lingkungan adalah sebuah keharusan. Dari desa, kita bisa memulai gerakan besar untuk Indonesia,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Desa Pamijen diharapkan dapat menjadi contoh desa yang tidak hanya sadar konstitusi, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam merawat alam sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Comments are closed.