Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Pendidikan Islam Kian Kompetitif, Ratusan Prodi Raih Predikat Unggul dan Alumni Terserap Dunia Kerja

METROJATENG.COM, JAKARTA – Pendidikan Islam di Indonesia terus memperlihatkan kemajuan signifikan, baik dari sisi mutu akademik maupun daya saing lulusan. Kementerian Agama (Kemenag) mencatat, hingga saat ini terdapat 734 program studi di lingkungan pendidikan Islam yang telah meraih status unggul. Capaian tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya kualitas pengelolaan dan standar akademik perguruan tinggi keagamaan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut juga berdampak langsung pada lulusan. Berdasarkan riset Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), tingkat serapan kerja alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mencapai 95,1 persen. Angka ini bahkan melampaui tingkat serapan lulusan perguruan tinggi umum yang berada di kisaran 94,5 persen.

“Ini menunjukkan bahwa lulusan pendidikan tinggi keagamaan Islam tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Amien.

Penguatan kualitas pendidikan Islam tidak berhenti pada level nasional. Kemenag juga mencatat terdapat 19 program studi yang telah mengantongi akreditasi internasional, dengan persebaran yang semakin merata di berbagai daerah. Kondisi ini menandai bahwa standar pendidikan global kini mulai menjadi budaya bersama di PTKIN, bukan lagi pencapaian segelintir kampus.

Kemajuan serupa juga tampak pada jenjang pendidikan madrasah. Peserta didik madrasah berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Prestasi tersebut menegaskan kemampuan madrasah untuk bersaing secara akademik dengan sekolah umum di tingkat nasional.

Menurut Amien, peningkatan mutu tersebut didorong oleh strategi pengembangan berbasis klaster. Madrasah Aliyah Insan Cendekia difokuskan pada penguatan akademik dan internasionalisasi, Madrasah Aliyah Program Keagamaan diarahkan untuk mencetak calon ulama yang menguasai ilmu keislaman serta bahasa asing, sementara madrasah vokasi dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan keterampilan dan dunia industri.

Di tingkat pendidikan tinggi, reputasi akademik PTKIN juga semakin diperkuat melalui peningkatan jumlah jurnal ilmiah bereputasi internasional yang terindeks Scopus. Langkah ini menjadi bagian dari pembangunan ekosistem riset yang kompetitif di tingkat global.

Dengan berbagai capaian tersebut, Kemenag optimistis pendidikan Islam akan semakin berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Comments are closed.