Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Jawa Tengah Bersiap Hadapi Ledakan Mobilitas Nataru, Jutaan Orang Diprediksi Keluar-Masuk Wilayah

METROJATENG.COM, SEMARANG – Arus mobilitas masyarakat di Jawa Tengah diperkirakan melonjak tajam selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan jutaan orang akan melakukan perjalanan keluar dan masuk wilayah Jawa Tengah, seiring meningkatnya aktivitas mudik, wisata, serta pergerakan akhir tahun.

Kepala Dishub Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat yang masuk ke Jawa Tengah selama periode Nataru dapat mencapai sekitar 20,23 juta orang. Namun, angka tersebut masih akan dipadukan dengan hasil pemantauan lapangan yang rutin dilakukan setiap tahun.

“Data nasional menjadi acuan awal, tetapi kami juga melakukan survei langsung di lapangan, baik di ruas jalan tol maupun non-tol, untuk mendapatkan gambaran riil pergerakan lalu lintas,” ujar Arief.

Dari hasil evaluasi Dishub Jateng, diperkirakan sekitar 8,7 juta orang akan masuk dan melintas di wilayah Jawa Tengah melalui berbagai moda transportasi, mulai dari angkutan darat, laut, udara, hingga kereta api. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 2,71 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah membentuk Tim Nataru melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/86 Tahun 2025. Tim ini akan mengoordinasikan pengamanan dan kelancaran transportasi selama masa libur, dengan posko Nataru yang beroperasi mulai 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Posko terpadu akan dipusatkan di Wahana Graha Dishub Jawa Tengah, didukung oleh posko wilayah di balai-balai Dishub, posko kabupaten/kota, serta posko di terminal. Selain itu, Dishub menyiapkan 23 posko di terminal tipe B dan 19 posko di terminal tipe A bekerja sama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Posko sektoral seperti posko infrastruktur, kebencanaan, kesehatan, hingga posko kawasan wisata juga disiagakan untuk memastikan respons cepat di lapangan.

Dari sisi kesiapan sarana transportasi, Dishub Jateng menyiapkan lebih dari 27 ribu unit bus dengan kapasitas pelayanan mencapai 800 ribu penumpang. Untuk angkutan kereta api, tersedia 250 rangkaian dengan daya angkut sekitar 630 ribu penumpang. Sementara itu, transportasi laut didukung tujuh kapal yang telah melalui uji kelayakan (ramp check), serta 87 penerbangan termasuk extra flight dengan kapasitas sekitar 12 ribu penumpang.

Meski demikian, Arief menegaskan bahwa kendaraan pribadi masih mendominasi lebih dari 50 persen pergerakan masyarakat selama Nataru. Kondisi ini menjadi perhatian utama dalam pengaturan lalu lintas dan rekayasa jalan untuk mencegah kemacetan panjang.

Terkait infrastruktur jalan, Dishub mencatat kondisi jalan nasional di Jawa Tengah dalam keadaan mantap lebih dari 90 persen, jalan provinsi sekitar 91 persen, sementara jalan kabupaten/kota berada di kisaran 77 persen. Sejumlah titik rawan akan diantisipasi melalui pengaturan lalu lintas dan koordinasi lintas instansi.

Selain kepadatan lalu lintas, Dishub juga mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi. Beberapa wilayah rawan genangan dan longsor, seperti jalur Pantura, Brebes, Purworejo, Kebumen, hingga Banjarnegara, telah dipetakan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dishub Jateng memperkirakan puncak arus Natal terjadi pada 24–25 Desember 2025, disusul puncak arus Tahun Baru pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Sementara arus balik diprediksi mencapai puncaknya pada 4 Januari 2026.

“Masyarakat kami imbau untuk mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, serta tidak memaksakan diri saat lelah. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama perjalanan Nataru,” tutup Arief.

Comments are closed.