Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

UIN Saizu–Kemnaker Sepakat Perkuat Integrasi Pendidikan dan Industri, Buka Peluang Kerja Lebih Luas bagi Lulusan

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Universitas Islam Negeri K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto resmi menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI untuk meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperluas akses mereka ke dunia kerja. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Seminar Nasional “Transformasi Pendidikan Dasar dan Menengah untuk Mendukung Visi Indonesia Emas 2045” di Auditorium UIN Saizu, Selasa (9/12/2025).

Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting bagi kampus untuk memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan.

“Kampus harus memastikan mahasiswanya tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap bersaing di pasar kerja. Penandatanganan MoU ini memperluas jejaring kerja dan peluang karier bagi para alumni,” ungkapnya.

Prof. Ridwan juga menjelaskan bahwa rata-rata waktu tunggu kerja alumni UIN Saizu berada pada kisaran enam bulan setelah lulus. Capaian tersebut dinilai cukup baik, namun kampus terus melakukan inovasi, termasuk memperkuat Career Center dan kerja sama dengan mitra industri, baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya adalah kolaborasi dengan DORA dari China dan dua mitra asing lainnya.

Prof. Ridwan menegaskan bahwa UIN Saizu berkomitmen menjadi institusi yang tidak hanya mengembangkan keilmuan, tetapi juga mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi.

“Transformasi pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi seperti ini adalah langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemnaker, Prof. Cris Kuntadi, mendorong UIN Saizu untuk memanfaatkan berbagai layanan digital yang telah disiapkan pemerintah. Platform seperti Karir Hub, Magang Hub, Skill Hub, dan Serti Hub disebut sebagai ekosistem yang mampu mendekatkan lulusan kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja berkualitas.

“Tahun ini tersedia lebih dari 100 ribu lowongan. Mahasiswa dan lulusan bisa langsung mengakses peluang itu, baik untuk magang maupun pekerjaan tetap,” jelas Prof. Cris.

Ia menilai bahwa integrasi antara pendidikan tinggi dan layanan ketenagakerjaan digital menjadi langkah penting untuk mempercepat transformasi SDM nasional.

Caption Foto : Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, Seminar Nasional “Transformasi Pendidikan Dasar dan Menengah untuk Mendukung Visi Indonesia Emas 2045” di Auditorium UIN Saizu, Selasa (9/12/2025). (Foto : Hermiana E.Effendi).

 

Tantangan Ketenagakerjaan Indonesia 2025

Dalam paparannya, Prof. Cris menguraikan kondisi ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan data Sakernas BPS Februari 2025. Dari 216,79 juta penduduk usia kerja, 153,05 juta masuk dalam angkatan kerja. Sebanyak 145,77 juta bekerja, sementara 7,28 juta lainnya masih menjadi pengangguran.

Komposisi tenaga kerja Indonesia masih menunjukkan ketimpangan dari sisi pendidikan. Lulusan SD–SMP mendominasi 52,72 persen angkatan kerja, disusul lulusan SMA–SMK sebesar 34,29 persen dan lulusan perguruan tinggi sebesar 12,99 persen. Ironisnya, tingkat pengangguran terbesar justru berasal dari lulusan SMA dan SMK, mencapai 3,65 juta orang jika digabungkan.

Menurutnya, fenomena ini menunjukkan perlunya perbaikan sistem link and match antara pendidikan dan industri. Sebanyak 56,57 persen pekerja Indonesia masih berada di sektor informal, yang menandakan masih besarnya kebutuhan peningkatan keterampilan dan sertifikasi untuk masuk ke sektor formal.

“Skill gap pada lulusan pendidikan menengah dan tingginya pengangguran di tingkat SMA–SMK harus menjadi perhatian serius. Kolaborasi pendidikan dan industri adalah kuncinya,” tegas Prof. Cris.

Kerja sama antara UIN Saizu dan Kemnaker diharapkan menciptakan ekosistem yang lebih solid dalam pengembangan SDM, mulai dari pemagangan, penempatan kerja, pelatihan berbasis industri, hingga sertifikasi kompetensi. Dengan kolaborasi ini, kampus memiliki akses lebih luas untuk menghubungkan mahasiswanya dengan dunia industri.

Comments are closed.