Mengenal nDalem Joyokusuman yang Bertransformasi Jadi Pusat Budaya Premium
METROJATENG.COM, SURAKARTA – Di tengah geliat pariwisata “naik kelas”, Kota Solo menghadirkan salah satu mahakarya warisan budaya sebagai destinasi unggulan, nDalem Joyokusuman (atau Dalem Djojokoesoeman). Dulunya kediaman bangsawan Keraton Kasunanan, sekarang ndalem ini telah disulap menjadi pusat kebudayaan eksklusif sekaligus ruang kegiatan kreatif yang berwujud cagar budaya hidup.
Bangunan ini bukan sekadar rumah lama, nDalem Joyokusuman kaya dengan kisah sejarah dari Keraton Surakarta. Menurut catatan, ndalem ini mulai dibangun sekitar 1878, saat dipancangkan saka guru dengan candra sangkala “Resi Sapta Ngandikani Ratu”. Awalnya menjadi milik putra Paku Buwono X, kemudian berpindah ke tangan BKPH Joyoningrat pada 1938, yang memperluas bangunan dengan gaya koloni dan tambahan paviliun.
Revitalisasi ndalem ini bukan proyek kecil. Pemkot Surakarta mencatat butuh dana sekitar Rp 28 miliar untuk perbaikan fisik bangunan, penataan lanskap, dan akses masuk kawasan. Pengelolaan pun dilakukan secara profesional melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar mandiri dan sekaligus menjaga karakter sosial-budaya. Pemerintah Kota Surakarta juga menyiapkan ndalem ini sebagai pengganti tempat pertunjukan Digdaya, seperti Joglo Sriwedari, untuk kegiatan seni tradisional.
Pengalaman Wisata Budaya yang Kaya dan Eksklusif
Kini, nDalem Joyokusuman bukan hanya bangunan kuno, tetapi jantung dari gerakan pariwisata berkelas di Solo. Mulai dari pusat kegiatans seni, wisata sejarah dan edukasi, kelas budaya, ruang komunitas, serta untuk event wisata dan pendidikan.
Meski potensi sangat besar, proyek ini menghadapi sejumlah tantangan:
-
Pendanaan dan Pemeliharaan: Jumlah dana besar diperlukan untuk pemugaran terus-menerus. Jika tidak dikelola dengan baik, risiko kerusakan cagar budaya bisa kembali muncul.
-
Akses Publik vs Eksklusivitas: Karena orientasi ke pariwisata premium, pengelolaan BLUD harus menyeimbangkan antara kegiatan komersial dan akses publik sosial.
-
Manajemen Budaya: Agar ndalem benar-benar menjadi pusat budaya, perlu tim kurator, seniman, dan pengelola yang kompeten di bidang konservasi dan seni tradisional.
Namun, jika dijalankan dengan serius, nDalem Joyokusuman bisa menjadi simbol pariwisata budaya kelas atas sekaligus ruang edukasi dan pelestarian nilai-nilai Jawa di tengah modernisasi.
nDalem Joyokusuman adalah contoh cemerlang dari upaya mengangkat warisan budaya menjadi destinasi wisata yang elegan dan bermakna. Melalui revitalisasi masif, pengelolaan profesional, dan program budaya aktif, bangunan ini tidak hanya melestarikan masa lalu, tetapi juga menghidupkannya dalam wujud yang relevan dan inspiratif bagi generasi masa kini.
Comments are closed.